<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Little Place of Kamaruddin &#187; Thoughts</title>
	<atom:link href="http://kamaruddin.jajanmedan.com/category/thoughts/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com</link>
	<description>From Layman to Layman</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Sep 2010 09:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengapa nge-blog?</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2010/09/13/mengapa-nge-blog/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2010/09/13/mengapa-nge-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Sep 2010 18:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa anda nge-blog? Bagi sebagian besar orang mungkin jawabannya adalah popularitas/ekistensi di internet, sharing ilmu, dokumentasi, curhat, arena makian, promosi, mendulang uang dan alasan lainnya. Bagi saya blogging adalah sama seperti membuka koran/media pribadi. Dan ciri khas blogging saya adalah niche ke IT dengan menggumpulkan referensi sebanyak mungkin untuk mendukung/melengkapi postingan saya. Adapun hal ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2010/09/blog-enter-key-300x225.jpg" alt="" title="blog-enter-key" width="300" height="225" style="float:left;margin-right:20px" />Mengapa anda nge-blog? Bagi sebagian besar orang mungkin jawabannya adalah popularitas/ekistensi di internet, <em>sharing</em> ilmu, dokumentasi, curhat, arena makian, promosi, mendulang uang dan alasan lainnya. Bagi saya <strong>blogging adalah sama seperti membuka koran/media pribadi</strong>. Dan ciri khas blogging saya adalah <em>niche</em> ke IT dengan menggumpulkan referensi sebanyak mungkin untuk mendukung/melengkapi postingan saya. Adapun hal ini supaya postingan tidak sekedar <abbr title="Asal Bunyi">AsBun</abbr>.  Karena gaya <em>nyeleneh</em> (sambil ngotot) mempertahankan prinsip inilah blog ini sempat <em>ndak</em> update yang berlangsung sampai setengah tahun lebih. Tapi <em>sorry sorry sorry Jack</em>, saya tidak ingin menjadi seperti &#8220;Pakar&#8221; yang sering muncul di mana-mana <em>prat pret</em> tanpa mendalami masalah terlebih dahulu. </p>
<p>Kelemahan saya selain yang di atas juga suasana dan bahasa. Suasana yang membuat saya betah ngeblog adalah complete silence (di atas jam 10 malam) di mana saya bisa lebih fokus dan tidak terganggu. Maklumlah sudah ada pemberani kecil yang belajar berlari. Ah&#8230; kamera saja sudah tidak sanggup membekukan bayangannya sejak 9 bulan. Tinggal <em>situ</em> bayangin saja &#8220;latihan pinggang&#8221; dan <em>omongan</em> &#8220;no&#8221; yang harus saya jalani setiap hari. Bahasa, nah yang ini saya masih belajar banyak dari blogger-blogger lain. Saya masih kacau meriah soal bahasa Indonesia yang baik dan benar <img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Untuk itulah saya perlu revise update puluhan kali. Selain itu, ada keluhan beberapa teman mengenai blog IT-related ini&#8230; <em>&#8220;gua gak tahu mau komen apa, kaga ngarti&#8230;.&#8221;</em> (gdubrak) </p>
<p>Tapi saya akan tersinggung bila ada yang menganggap blogging adalah opini pribadi. Apa!? Blogging cuma sekedar menulis pendapat sendiri? Well, apakah membuka media cetak sendiri tidak perlu mengambil sumber/informasi dari narasumber terpercaya? Apakah stasiun TV yang baru dibuka akan dipenuhi dengan semua pendapat dan omongan pendirinya? Apakah postingan IT yang ditulis di sini dianggap sekedar pendapat sendiri tanpa riset? Apakah gambar ilustrasi yang menemani postingan ini tidak perlu dicari yang sesuai? Apakah para blogger lainnya menulis artikel hanya sekedar mengetik saja. Inspirasi saya adalah mas <a href="http://www.priyadi.net">Priyadi</a> (dengan artikel <em>debunking</em>-nya), <a href="http://blogombal.org/">Paman Tyo</a> (wartawan senior yang sempat sekali bertandang di sini, saya terhormat bin tersanjung dan hampir membuat pengumuman se-RT), <a href="http://indonesia-anonymus.blogspot.com/">Indonesia Anonymus</a> (untuk English blog mereka yang <em>suangat</em> excellent). Banyak blog-blog di Internet yang membuat pembacanya selain bertambah cerdas juga termotivasi dan merubah hidup. Perusahaanpun membuat blog di situs resminya untuk membuat tanggapan yang lebih cepat dan personal kepada pelanggannya, contohnya <a href="http://blogs.adobe.com/">Adobe</a>, <a href="http://blogs.technet.com/b/microsoft_blog/">Microsoft</a>, <a href="http://blogs.avg.com/id-en/blogs">AVG</a>, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Nah apa yang membuat anda nge-blog?</p>
<p>PS: Postingan ini untuk menghindari omelan dan janji ke rekan blogger, terutama <a href="http://wongmuntilan.wordpress.com/">mbak ini</a> dan <a href="http://tonggo.wordpress.com/">bro blogger</a> ini <img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8212;<br />
Gambar diambil dari <a href="http://bit.ly/d60FnC">Tutor2u.net</a></p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=617&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2010/09/13/mengapa-nge-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar cinta di lampu merah</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2010/01/21/belajar-cinta-di-lampu-merah/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2010/01/21/belajar-cinta-di-lampu-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 15:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[
Hari ini&#8230;
Di persimpangan jalan, seorang pengemis tua duduk bersama seorang bocah di pembatas jalan. Si ibu berkulit gelap, dihiasi kerutan tua mendekap bocah laki-laki yang tertawa riang. Hari itu adalah hari yang biasa bagi mereka. Duduk di pembatas jalan, menunggu sisa kasihan dari orang yang lalu lalang. Si bocah mencium kedua pipi dan kening si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2010/01/holding-hands.jpg" alt="Mother-Son Holding Hands" title="Mother-Son Holding Hands" class="size-full wp-image-558" /></p>
<p>Hari ini&#8230;</p>
<p>Di persimpangan jalan, seorang pengemis tua duduk bersama seorang bocah di pembatas jalan. Si ibu berkulit gelap, dihiasi kerutan tua mendekap bocah laki-laki yang tertawa riang. Hari itu adalah hari yang biasa bagi mereka. Duduk di pembatas jalan, menunggu sisa kasihan dari orang yang lalu lalang. Si bocah mencium kedua pipi dan kening si ibu kemudian tertawa. Si ibu tersipu lalu menatap kosong ke depan. Mungkin lelah menunggu sesuatu untuk dibawa pulang hari itu.  Dua orang yang (mungkin) sudah dianggap tidak ada. Si bocah lalu mengganggu si ibu kembali. Diambilnya sekeping uang logam, diletakkan di atas kepala si ibu. Beberapa kali dilakukan si bocah sampai saatnya si ibu menyerah, ikut tertawa bersama si bocah lalu menciumnya sayang.</p>
<p>Mobil SUV besar buatan Jepang membatasi aku dan mereka. Bercanda riang tak peduli sepasang mata memandang sedari awal.</p>
<p>Sial! Sekelilingku menyalak, menggonggongku dengan keras! Lampu kurang ajar itu masih merah, tinggal beberapa detik lagi. 2 menit sekian detik adalah waktu yang terlalu lama bagi kebanyakan orang. Bagiku, waktu tersebut saya belajar sesuatu.</p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=556&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2010/01/21/belajar-cinta-di-lampu-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Love Me&#8230; Now and Forever</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2009/06/09/love-me-now-and-forever/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2009/06/09/love-me-now-and-forever/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 16:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[love me]]></category>
		<category><![CDATA[meaningful song]]></category>
		<category><![CDATA[popular funeral song]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/?p=539</guid>
		<description><![CDATA[LOVE ME
Collin Raye
All I Can Be (1991)
Video
I read a note my Grandma wrote
Back in 1923
Grandpa kept it in his coat
And he showed it once to me
He said, Boy you might not understand, but a long long time ago
Grandma&#8217;s daddy didn&#8217;t like me none
But I loved your Grandma so
We had this crazy plan to meet
And run [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LOVE ME</strong><br />
<a href="http://collinraye.com">Collin Raye</a><br />
All I Can Be (1991)<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=GMgMi3wA3C0">Video</a></p>
<p>I read a note my Grandma wrote<br />
Back in 1923<br />
Grandpa kept it in his coat<br />
And he showed it once to me<br />
He said, Boy you might not understand, but a long long time ago<br />
Grandma&#8217;s daddy didn&#8217;t like me none<br />
But I loved your Grandma so</p>
<p>We had this crazy plan to meet<br />
And run away together<br />
Get married in the first town we came to and live forever<br />
But nailed to the tree where we were supposed to meet instead<br />
I found this letter<br />
And this is what it said:</p>
<p><em>&#8220;If you get there before I do<br />
Don&#8217;t give up on me<br />
I&#8217;ll meet you when my chores are through<br />
I don&#8217;t know how long I&#8217;ll be<br />
But i&#8217;m not gonna let you down<br />
Darling wait and see<br />
And between now and then<br />
Until I see you again<br />
I&#8217;ll be loving you<br />
Love, me&#8221;</em></p>
<p>I read those words just hours before<br />
my Grandma passed away<br />
In the doorway of a church<br />
Where me and Grandpa stopped to pray<br />
I know I&#8217;ve never seen him cry<br />
In all my fifteen years<br />
But as he said these words to her<br />
His eyes filled up with tears</p>
<p><em>&#8220;If you get there before I do<br />
Don&#8217;t give up on me<br />
I&#8217;ll meet you when my chores are through<br />
I don&#8217;t know how long I&#8217;ll be<br />
But i&#8217;m not gonna let you down<br />
Darling wait and see<br />
And between now and then<br />
Until I see you again<br />
I&#8217;ll be loving you . . .<br />
Love, me&#8221;</em></p>
<p>And between now and then<br />
Until I see you again<br />
I&#8217;ll be loving you . . .<br />
Love, me</p>
<p>&#8212;<br />
Note:<br />
I don&#8217;t know Collin Raye and his country music very much except for &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/In_This_Life_(album)">In This Life</a>&#8220;. But after listening to and scanning the lyrics &#8220;Love, Me&#8221;, my eyes are filled with tears. &#8220;Love, Me&#8221; is a popular funeral song. </p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=539&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2009/06/09/love-me-now-and-forever/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quote: The Best Streetsweeper</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2009/03/17/quote-the-best-streetsweeper/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2009/03/17/quote-the-best-streetsweeper/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 10:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[martin luther king]]></category>
		<category><![CDATA[quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[If a man is called to be a streetsweeper, he should sweep streets even as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great streetsweeper who did his job well. 
&#8211; Martin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>If a man is called to be a streetsweeper, he should sweep streets even as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great streetsweeper who did his job well.</em> </p>
<p>&#8211; Martin Luther King Jr.</p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=478&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2009/03/17/quote-the-best-streetsweeper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dokter dan Tukang Cukur</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2009/03/13/dokter-dan-tukang-cukur/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2009/03/13/dokter-dan-tukang-cukur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 17:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda bertanya-tanya, siapa yang jasanya paling sering anda pakai? Karena seringnya, seseorang tersebut mungkin sempat menyaksikan anda tumbuh dari kecil hingga dewasa. Yang secara tidak langsung meninggalkan segores kecil di halaman kehidupan anda. Seseorang yang secara tidak sadar masih tetap dibutuhkan sampai saat ini. Bagi saya mereka adalah dokter dan tukang cukur.
Dokter
Ketika terserang flu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda bertanya-tanya, siapa yang jasanya paling sering anda pakai? Karena seringnya, seseorang tersebut mungkin sempat menyaksikan anda tumbuh dari kecil hingga dewasa. Yang secara tidak langsung meninggalkan segores kecil di halaman kehidupan anda. Seseorang yang secara tidak sadar masih tetap dibutuhkan sampai saat ini. Bagi saya mereka adalah dokter dan tukang cukur.</p>
<p><span id="more-466"></span><strong>Dokter</strong><br />
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2009/03/stethoscope.jpg" alt="Stethoscope" title="Stethoscope" width="300" height="225" class="alignnone size-full wp-image-473" style="float:right;margin-left:20px" />Ketika terserang flu berat kemarin, saya mengunjungi seorang dokter di sekitar jalan Asia. Dokter yang sama yang menangani saya dari setinggi ranjang periksa sampai sepanjang ranjangnya. Saat menunggu si dokter, saya tidak perlu menyebutkan nomor atau menyerahkan kartu pasien. Cukup <em>&#8220;Kamaruddin, sudah ada di file&#8221;</em>. Dan betul saja, walaupun suster/asisten terlihat malas beranjak mengorek-ngorek kartu berobat yang mencapai 97000-an dan tersebar di berbagai rak, dia cukup mudah menemukan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_record">medical record</a> saya yang diapit dalam sebuah map di dalam sebuah kotak khusus. Di dalam map itulah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_history">sejarah medis</a> saya sekeluarga tersimpan rapi. Mungkin sudah 26 tahun lamanya. </p>
<p>Akhirnya si dokter pun tiba. Turun dari mobilnya. Terlihat jelas gerusan sang waktu meninggalkan kerutan di sisi mata. Jalannya tidak lagi setegap dulu. Tetapi senyum khas dan anggukan ringannya masih terasa seperti kemarin. Ciri khasnya mempersilahkan pasiennya ke ranjang periksa bak pelayan resto bintang 5 juga masih seperti yang dulu. Terasa nyaman dan menyejukkan.</p>
<p><strong>Tukang Cukur</strong><br />
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2009/03/barber.jpg" alt="Barbershop" title="Barbershop" width="300" height="200" class="alignnone size-full wp-image-471" style="float:right;margin-left:20px" />Tukang pangkas (istilah Medan) yang ini juga meninggalkan bekas dalam kehidupan saya. Seseorang yang menangani rambut saya semenjak SMA, tamat kuliah sampai berumah tangga. Sekitar 16 tahun lamanya! Seseorang yang sabar mendengarkan saya mengomel, mengatur model dan caranya si Abang memotong mahkota saya (maklum masih SMA). Termasuk keseriusan saya mewanta-wanti agar &#8220;bermain cantik&#8221; memperbaiki rambut saya yang sering &#8220;dicukur gratis&#8221; oleh guru <abbr title="Bimbingan Penyuluhan/Discipline Master">BP</abbr>. Si Abang &#8220;bentuknya&#8221; masih seperti dulu, suaranya masih serak-serah parah, caranya membunyikan kepala saya yang pegel, jokenya, semuanya tetap seperti yang dulu. Gosip-gosipnya tentang lingkungan sekitar (di mana lagi pria mendapatkan gosip selain di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kopi_tiam">kopi tiam</a> atau taxi?). Termasuk pertanyaan abadinya &#8220;Gimana kuliah?&#8221; atau &#8220;Masih kuliah?&#8221;. Mungkin dikiranya saya adalah mahasiswa &#8220;sepanjang masa&#8221;.</p>
<p>Nah, jasa siapa yang paling lama anda pakai? Bersediakah berbagi di sini?</p>
<p>&#8212;<br />
Photos taken from <a href="http://www.sxc.hu">Stock.Xchng</a></p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=466&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2009/03/13/dokter-dan-tukang-cukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lingoes. The best dictionary, ever!</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2009/02/01/lingoes-the-best-dictionary-ever/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2009/02/01/lingoes-the-best-dictionary-ever/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 04:13:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[best dictionary]]></category>
		<category><![CDATA[free dictionary]]></category>
		<category><![CDATA[small portable dictionary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;m still using the-old-faithful Oxford Advanced Genie until I stumbled across the net to Lingoes. Firstly, I thought it&#8217;s just another dictionary, yet I was wrong. 

Here are some of the best features:
1. Free!
2. Portable. No installation needed.
3. The ability to add (FREE) dictionaries from Lingoes&#8217;s project, eg. Wordnet English, Cambridge Advanced Learner&#8217;s, Merriam-Webster&#8217;s etc.
4. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I&#8217;m still using the-old-faithful <a href="http://www.amazon.co.uk/Oxford-Advanced-Learners-Dictionary-CD-ROM/dp/0194315851">Oxford Advanced Genie</a> until I stumbled across the net to <a href="http://www.lingoes.net/">Lingoes</a>. Firstly, I thought it&#8217;s just another dictionary, yet I was wrong. </p>
<p><img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2009/02/lingoes_01.jpg" alt="Lingoes v2.53 screenshot" title="Lingoes v2.53 screenshot" width="420" height="322" class="alignnone size-full wp-image-455" /></p>
<p>Here are some of the best features:</p>
<p>1. Free!<br />
2. Portable. No installation needed.<br />
3. The ability to add (FREE) dictionaries from Lingoes&#8217;s project, eg. Wordnet English, Cambridge Advanced Learner&#8217;s, Merriam-Webster&#8217;s etc.<br />
4. Multilanguage (over 60 languages). You can have a French, Japanese, Arabic, Vietnamese dictionaries.<br />
5. Text translation service via online translation sites<br />
6. Word/text pronunciation<br />
7. Small footprint. Takes only ~5 MB for base program. (~53 MB with 6 additional comprehensive English dictionaries)</p>
<p><img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2009/02/lingoes_02.jpg" alt="Lingoes addon dictionary packs" title="Lingoes addon dictionary packs" width="420" height="284" class="alignnone size-full wp-image-456" /></p>
<p>Know a better one? Please share.</p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=457&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2009/02/01/lingoes-the-best-dictionary-ever/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>If I Were A Boy &#8211; Beyonce</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/11/10/if-i-were-a-boy-beyonce/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/11/10/if-i-were-a-boy-beyonce/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 05:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sentimental]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[IF I WERE A BOY
Beyonce
I Am&#8230; Sasha Fierce (2008)
Video: http://www.youtube.com/watch?v=BVTyLqkez6A
If I were a boy, even just for a day
I&#8217;d roll out of bed in the morning and throw on what I wanted and go
Drink beer with the guys, and chase after girls
I&#8217;d kick it with who I wanted and I&#8217;d never get confronted for it
Cause [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>IF I WERE A BOY<br />
Beyonce<br />
I Am&#8230; Sasha Fierce (2008)<br />
Video: http://www.youtube.com/watch?v=BVTyLqkez6A</p>
<p>If I were a boy, even just for a day<br />
I&#8217;d roll out of bed in the morning and throw on what I wanted and go<br />
Drink beer with the guys, and chase after girls<br />
I&#8217;d kick it with who I wanted and I&#8217;d never get confronted for it<br />
Cause they stick up for me </p>
<p>If I were a boy<br />
I think I could understand<br />
How it feels to love a girl<br />
I swear I&#8217;d be a better man<br />
I&#8217;d listen to her<br />
Cause I know how it hurts<br />
When you lose the one you wanted<br />
Cause he&#8217;s taken you for granted<br />
And everything you had got destroyed </p>
<p>If I were a boy, I would turn off my phone<br />
Tell everyone it&#8217;s broken so they think that I was sleeping alone<br />
I&#8217;d put myself first and make the rules as I go<br />
Cause I know that she&#8217;d be faithful, waiting for me to come home<br />
To come home </p>
<p>If I were a boy<br />
I think I could understand, oh-oh-oohh-oh<br />
How it feels to love a girl<br />
I swear I&#8217;d be a better man<br />
I&#8217;d listen to her<br />
Cause I know how it hurts<br />
When you lose the one you wanted<br />
Cause he&#8217;s taken you for granted<br />
And everything you had got destroyed </p>
<p>It&#8217;s a little too late for you to come back<br />
Say it&#8217;s just a mistake, think I&#8217;d forgive you like that<br />
If you thought I would wait for you<br />
You got it wrong </p>
<p>But you&#8217;re just a boy<br />
And you don&#8217;t understand (yea, you don&#8217;t understand, oh!)<br />
How it feels to love a girl someday<br />
You wish you were a better man<br />
You don&#8217;t listen to her<br />
You don&#8217;t care how it hurts<br />
Until you lose the one you wanted<br />
Because you&#8217;ve taken her for granted<br />
And everything you had got destroyed </p>
<p>But you&#8217;re just a boy&#8230;</p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=299&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/11/10/if-i-were-a-boy-beyonce/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tepat 10 Tahun Lalu</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/05/18/tepat-10-tahun-lalu/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/05/18/tepat-10-tahun-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 03:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[kerusuhan]]></category>
		<category><![CDATA[kerusuhan mei 1998]]></category>
		<category><![CDATA[mei 1998]]></category>
		<category><![CDATA[mei kelabu]]></category>
		<category><![CDATA[pembakaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/05/18/tepat-10-tahun-lalu/</guid>
		<description><![CDATA[ Berbagai media cetak dan elektronik membangkitkan kembali ingatan saya tentang naiknya harga BBM yang ikut menarik harga sembako dan lainnya. Saya sudah cukup dewasa untuk mengingat peristiwa yang kemudian berujung ke kerusuhan masal. Tepat 10 tahun lalu.
Saya membongkar kembali sebuah tabloid yang sudah 10 tahun lalu sengaja diarsipkan. Ketika itu saya membeli tabloid Aksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/aksi_01.jpg' title='Cover Tabloid Aksi Vol. 2 No. 27 12-18 Mei 1998' rel='lightbox[mei1998]'><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/aksi_01.thumbnail.jpg' alt='Cover Tabloid Aksi Vol. 2 No. 27 12-18 Mei 1998' style='float:left;margin-right:20px' /></a> Berbagai media cetak dan elektronik membangkitkan kembali ingatan saya tentang naiknya harga BBM yang ikut menarik harga sembako dan lainnya. Saya sudah cukup dewasa untuk mengingat peristiwa yang kemudian berujung ke kerusuhan masal. Tepat 10 tahun lalu.</p>
<p>Saya membongkar kembali sebuah tabloid yang sudah 10 tahun lalu sengaja diarsipkan. Ketika itu saya membeli tabloid Aksi Vol. 2 No. 27 12-18 Mei 1998 untuk mendapatkan berita yang &#8220;berani&#8221; dan mengungkap fakta. Tabloid ini barangkali sudah almarhum sekarang. Terbit pertama kali tahun 1996, zaman di mana masih memakai <abbr title='Surat Izin Usaha Penerbitan Pers'>SIUPP</abbr> untuk menerbitkan koran.</p>
<p><span id="more-191"></span>Beberapa daerah di Indonesia dan Medan sejak kemarin (16/05) sudah mengalami kelangkaan BBM. Apakah ini histeria masal untuk mengantisipasi kenaikan harga dan kelangkaan atau <a href="http://www.harian-global.com/news.php?item.40536.21">karena pipa distribusi bawah laut Pertamina mengalami kerusakan</a>? Saya tidak berani mengomentari. Dari beberapa percakapan lepas, singgungan masalah &#8220;Mei Kelabu&#8221; kembali mencuat. Trauma <a href="http://www.indonesia-1.com/konten.php?nama=News&#038;op=detail_news&#038;id=1713">kenaikan sembako tak terjangkau</a>, PHK masal,  <a href="http://www.cnn.com/WORLD/9802/14/indonesia.riots/">penjarahan</a>, pembakaran, <a href="http://www.cnn.com/WORLD/asiapcf/9808/29/indonesia.riot/">kerusuhan</a>, <a href="http://query.nytimes.com/gst/fullpage.html?res=9C05E7D81638F936A15756C0A96E958260&#038;sec=&#038;spon=&#038;pagewanted=3">anti etnis</a>, <a href="http://query.nytimes.com/gst/fullpage.html?res=9B01E1D8123AF933A25755C0A96E958260">pemerkosaan</a> tiba-tiba muncul kembali dalam ingatan.</p>
<blockquote><p>&#8220;&#8230; di saat situasi tidak menguntungkan, tiba-tiba saja pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM (4 Mei). Akibatnya, muncul gerakan massa di Medan (juga Kupang) serta menjadikan dua kota itu lumpuh. Sementara di Jakarta, Bandung dan Ujung Pandangpun terjadi bentrokan serta kerusuhan. Dengan demikian, batas antara gerakan moral reformis dan perut lapar menjadi tidak jelas lagi&#8230;&#8221; &#8212; Aksi Vol.2 No. 27 1998</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8220;&#8230; di Medan pada tanggal 5 Mei 1998 setelah beredar isu seorang mahasiswi ditangkap dan ditelanjangi juga ketika masyarakat merasa frustasi akibat efek ekonomi serta harga BBM naik, sekitar pukul 09:00 tiba-tiba saja massa menyerang Polsek Percut Sei Tuan. Tak jelas kenapa pos polisi menjadi sasaran awal. Namun hingga pukul 20:15 agaknya situasi kemanan benar-benar di luar kendali mengingat amuk massa menyebabkan pembakaran terhadap mobil, sepeda motor dan ruko. atau rumah penduduk dirusak bahkan isi toko dijarah. Celakanya setelah hari itu, anarki yang semula cuma melanda Medan malah merembet ke Deli Serdang atau PematangSiantar (129 km dari Medan) &#8230;&#8221; &#8212; Aksi Vol.2 No. 27 1998</p></blockquote>
<blockquote><p>
&#8220;&#8230; tampaknya sangat terorganisasi. Soalnya sebelum kerusuhan selalu saja muncul orang-orang bersepeda motor di satu tempat. Setelah mereka melempari toko, kemudian tindakan itu menyebabkan orang lain mengikuti, provaktor itu lantas kabur&#8230;&#8221; &#8212; Aksi Vol.2 No. 27 1998</p></blockquote>
<p>Jangan salah tafsir bahwa saya sengaja memprovokasi atau membangkitkan ingatan traumatis. Tidak akan ada orang gila manapun yang menginginkan kekacauan dan peristiwa tersebut kembali. Cukup sudah pelajaran 10 tahun lalu! Sebuah pembelajaran mahal bangsa demi reformasi dan demokrasi sepenuhnya, dengan persembahan nyawa dan air mata. </p>
<p>Adakah hal baik hari ini dibandingkan 10 tahun lalu? Kasus penangkapan sejumlah besar koruptor <a href="http://foto.okezone.com/index.php/ReadStory/400/kpk-tangkap-jaksa-urip">termasuk jaksa</a> merupakan kemajuan besar menuju cita-cita reformasi yang masih diperjuangkan hingga saat ini. Pejabat yang diperiksa dan ditangkap tersangkut kasus korupsi jauh lebih banyak dibandingkan 10 tahun lalu. Sebuah indikator positif menuju Indonesia lebih baik. </p>
<p>Tiba-tiba saya teringat dengan sebuah kalimat zaman doeloe, <strong>&#8220;Era Tinggal Landas&#8221; &#8482;</strong> yang sering didengungkan di bangku sekolah dulu. Apakah &#8220;pesawat Indonesia&#8221; sudah terbang, masih tinggal landas atau kembali ke <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Airport_ramp">apron</a>? Ada yang bisa menjawab?</p>
<p><a href='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/aksi_03.jpg' title='Isi tabloid Aksi - Kerusuhan Mei 1998' rel='lightbox[mei1998]'><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/aksi_03.thumbnail.jpg' alt='aksi_03.jpg' /></a> <a href='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/aksi_04.jpg' title='Isi tabloid Aksi - Kerusuhan Mei 1998' rel='lightbox[mei1998]'><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/aksi_04.thumbnail.jpg' alt='aksi_04.jpg' /></a></p>
<p><a href='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/aksi_foto_01.jpg' title='Foto Kerusuhan Mei 1998 dari tabloid Aksi - 01' rel='lightbox[mei1998]'><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/aksi_foto_01.thumbnail.jpg' alt='Foto Kerusuhan Mei 1998 dari tabloid Aksi - 01' /></a> <a href='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/aksi_foto_02.jpg' title='Foto Kerusuhan Mei 1998 dari tabloid Aksi - 02' rel='lightbox[mei1998]'><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/aksi_foto_02.thumbnail.jpg' alt='Foto Kerusuhan Mei 1998 dari tabloid Aksi - 02' /></a> <a href='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/aksi_foto_03.jpg' title='Foto Kerusuhan Mei 1998 dari tabloid Aksi - 03' rel='lightbox[mei1998]'><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/aksi_foto_03.thumbnail.jpg' alt='Foto Kerusuhan Mei 1998 dari tabloid Aksi - 03' /></a></p>
<p>&#8212;<br />
1.  <a href="http://news.yahoo.com/s/afp/20080512/wl_asia_afp/indonesiapoliticssuhartoanniversary_080512030838">10 years on, Indonesia&#8217;s rape riots denied but not forgotten</a><br />
2. <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2004/03/01/brk,20040301-26,id.html">Komnas HAM Pertanyakan Kasus Mei 1998</a><br />
3. <a href="http://mei98.blogspot.com/">Bulan Mei Itu</a><br />
4. <a href="http://www.indonesiamatters.com/1788/jakarta-riots/">May 1998 Jakarta Riots</a></p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=191&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/05/18/tepat-10-tahun-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Manajemen Waktu</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/03/17/pentingnya-manajemen-waktu/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/03/17/pentingnya-manajemen-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 11:24:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ranting]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>
		<category><![CDATA[efisiensi waktu]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen waktu]]></category>
		<category><![CDATA[time management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/03/17/pentingnya-manajemen-waktu/</guid>
		<description><![CDATA[Berapa sering anda mendengar &#8220;Saya tidak punya waktu&#8221; sebagai alasan maupun jawaban atas pertanyaan anda?
&#8220;Olahraga? Tidak, saya tidak punya waktu. Anak saya rewel dan butuh perhatian.&#8221; &#8220;Kursus komputer? Tidak, saya juga tidak punya waktu. Jadwal saya sudah demikian padat.&#8221; Sesibuk itukah anda sehingga menyempatkan 10 menit olahraga di depan televisi sambil mengawasi anak anda tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/03/mgt_waktu_01.jpg' alt='mgt_waktu_01.jpg' style='float:right;margin-left:20px' />Berapa sering anda mendengar &#8220;Saya tidak punya waktu&#8221; sebagai alasan maupun jawaban atas pertanyaan anda?</p>
<p><em>&#8220;Olahraga? Tidak, saya tidak punya waktu. Anak saya rewel dan butuh perhatian.&#8221; &#8220;Kursus komputer? Tidak, saya juga tidak punya waktu. Jadwal saya sudah demikian padat.&#8221;</em> Sesibuk itukah anda sehingga menyempatkan 10 menit olahraga di depan televisi sambil mengawasi anak anda tidak sempat? Ataukah anda lebih sibuk dari seorang bisnisman yang masih sempat meluangkan sedikit waktu untuk menjamu rekan bisnisnya?</p>
<p><span id="more-151"></span>24 jam yang diberikan kepada kita, 8 jam tidur, 8 jam kerja, dan 8 jam untuk hal-hal lain terlalu sedikit bagi kita untuk berbuat banyak hal. Tapi dengan sedikit menyiasati dan &#8220;mencuri&#8221; waktu setidaknya waktu yang terbuang menjadi lebih sedikit dan kita mempunyai lebih banyak waktu luang. Ini adalah tujuan utamanya.</p>
<p>Saya teringat ketika melihat film yang menggambarkan kesibukan harian seorang presiden seperti &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Commander_in_Chief_%28TV_series%29">Commander in Chief</a>&#8221; dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_American_President_%28film%29">film sejenis</a>. Sekretaris pribadi yang terus menerus mengikuti dan &#8220;memantrai&#8221; jadwal padat sang Presiden, dengan siapa dan di mana. Sering harus bangun di tengah malam mengambil kebijakan penting dengan wajah lusuh baru bangun tidur. Betapa dia harus dengan cerdas &#8220;mencuri&#8221; waktu untuk anak dan suami sekaligus mengunjungi tempat-tempat penting yang membutuhkan kehadirannya entah itu rapat, kunjungan kenegaraan, pesta, konferensi pers dan ramah tamah. Saya tidak bisa membayangkan bila jabatan penting tersebut diduduki oleh orang yang sering mengatakan <strong>&#8220;Saya tidak punya waktu &#8482;&#8221;</strong>.</p>
<p>Saat saya mengajar Inggris dan memberi PR, murid saya sering mengatakan <em>&#8220;Sir, tidak punya waktu&#8230; (dan daftar PR sekolah untuk memperkuat alasannya)&#8221;</em>. Saya cuma bisa tersenyum dan maklum dengan kesibukan anak sekolah sekarang yang tas pikulnya seberat ransel tentara. Tapi saya selalu memberi nasihat dengan menceritakan pengalaman saya sendiri.</p>
<p>Ketika saya bekerja di salah satu media, jadwal kerja saya adalah Senin-Jumat (8.30-17.30) dan Sabtu (8.30-13.00). Malam harinya mulai dari Jam 6.30 ke atas saya harus mengajar entah di kursus bahasa Inggris atau di rumah sebagai private tutor. Semua ini saya lakoni setiap hari dan mulai beristirahat jam 9 malam ke atas. Di sinilah saya menonton TV, main game dsb. Dengan kesibukan seperti ini saya masih bisa menyempatkan diri untuk menulis artikel IT, maintain blog dan situs, mengoreksi nilai, atau (paling sering) membaca e-book IT. Hasilnya? Jam tidur saya hanya sekitar 5-6 jam setiap hari. Praktis secara teoritis saya hanya mempunyai waktu Sabtu-Minggu. Ketika Minggu dirasa surga dunia untuk dinikmati bersama orang tercinta, lebih dari sering saya harus mengerjakan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih. Aarrrrgghhhh&#8230;. <img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pernah saya ditanya oleh murid saya yang skeptis dan tidak percaya dengan semua &#8220;bualan&#8221; ini. <em>&#8220;Jadi sir, apa sih yang ingin anda capai dari semua ini?&#8221;</em> Jawaban saya singkat, <em>&#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Time_management">Time management</a>. Mengatur waktu seefisien mungkin supaya kita bisa mendapat waktu luang lebih banyak.&#8221;</em> Kemudian ada juga yang bertanya,<em>&#8220;Bagaimana anda bisa melakukan hal sebanyak ini?&#8221;</em> Dan saya menjawab, <em>&#8220;Mengapa anda hanya bisa berbuat sedikit?&#8221;</em></p>
<p>Saya selalu membawa buku IT atau majalah di mana ketika murid mengerjakan tugas maka saya bisa menghabiskan buku yang belum terselesaikan (dengan tetap melaksanakan kewajiban saya tentunya). Atau saya membuat garis besar pengajaran di tempat agar di rumah saya tidak perlu lagi repot dan bingung materi ajaran minggu depan. Dan untuk pekerjaan rumah, saya bersama dengan istri bekerja sama membereskan rumah setiap pagi (~10 menit) sebelum berangkat kerja. Bayangkan bila setiap hari jam 8.30 malam anda pulang ke rumah dalam keadaan berantakan? Lalu bagaimana dengan tugas atau kerjaan tambahan yang saya bawa ke rumah? Apakah saya masih punya waktu untuk semua itu? Saya hanya bisa berharap untuk mengatur waktu seefisien mungkin dengan mengorbankan jatah tidur dan &#8220;mencurinya&#8221; di waktu lain. Bagaimana caranya? Tentu tidak bisa saya ceritakan di sini. Yang jelas &#8220;mencuri&#8221; waktu dan mengatur waktu secara efisien tidak ada aturan main yang jelas. Semuanya tergantung diri sendiri dan kondisi yang dihadapi.</p>
<p>Contoh sederhana memanfaatkan waktu:</p>
<ul>
<li>Sarapan di mobil, di lampu merah atau macet</li>
<li>Memasak sarapan sambil bersih-bersih</li>
<li>Menyediakan waktu tertentu untuk briefing dengan rekan kerja sambil melakukan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rendering_%28computer_graphics%29">rendering</a> 3D</li>
<li>Makan siang di meja kerja sambil mengarsipkan e-mail di kategori sesuai</li>
<li>Sisa waktu makan siang untuk organisasi arsip kantor hingga mudah ditemukan</li>
<li>Menulis potongan artikel atau blog post di waktu luang dengan media apa saja, ponsel, sobekan kertas, belakang buku, dll.</li>
<li>Membaca artikel internet secara offline, save atau download dan baca di rumah atau ketika waktu senggang</li>
<li>dll</li>
</ul>
<p>Banyak teman dan rekan kerja yang ketika diberitahu tentang hal ini reaksi pertama adalah &#8220;Wah, hebat!&#8221; dan memasuki awal &#8220;kuliah&#8221; dimulai, mereka hanya bersikap skeptis dan menganggapnya tak lebih dari &#8220;kuliah bahasa dinosaurus&#8221;. Sekali dengar bereslah sudah, tak ada yang perlu diingat! Tapi sadarkah mereka bila mengatur waktu dan membereskan masalah/tugas tepat waktu sangat memotivasi kita untuk bisa maju dan berkembang? <strong>Apakah anda bisa dan mau mempercayakan bisnis jutaan dolar anda kepada seseorang yang membalas pertanyaan anda dengan &#8220;Saya tidak punya waktu&#8221;?</strong></p>
<p>Tentu sekarang setelah membaca artikel ini sedikit banyak anda mengerti dan tergerak untuk mau mengatur waktu dengan baik. Tidak ada kalimat &#8220;Saya tidak punya waktu&#8221; bila bisa menyiasatinya dengan baik.</p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=151&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/03/17/pentingnya-manajemen-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unconditional Love</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2007/09/14/unconditional-love/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2007/09/14/unconditional-love/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Sep 2007 06:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Sentimental]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2007/09/14/unconditional-love/</guid>
		<description><![CDATA[
Can anyone describe what type of relationship between the monkey and the pigeon? The abandoned monkey who has found love with a pigeon story can be found at UK&#8217;s DailyMail.
Is it the love that Mother Teresa (1910-1997) has taught us? Or those beasts learned it from Buddha&#8217;s teaching of Bodhicitta?
When a poor person dies of [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2007/09/ul_monkeypigeon.jpg' alt='The abandoned monkey who has found love with a pigeon' /></p>
<p>Can anyone describe what type of relationship between the monkey and the pigeon? <a href="http://www.dailymail.co.uk/pages/live/articles/news/worldnews.html?in_article_id=481601&#038;in_page_id=1811">The abandoned monkey who has found love with a pigeon</a> story can be found at UK&#8217;s <a href="http://www.dailymail.co.uk">DailyMail</a>.</p>
<p><span id="more-99"></span>Is it the love that <a href="http://nobelprize.org/nobel_prizes/peace/laureates/1979/teresa-bio.html">Mother Teresa</a> (1910-1997) has taught us? Or those beasts learned it from Buddha&#8217;s teaching of <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bodhicitta">Bodhicitta</a>?</p>
<blockquote><p><em><strong>When a poor person dies of hunger, it has not happened because God did not take care of him or her. It has happened because neither you nor I wanted to give that person what he or she needed.</strong></em> &#8212; Mother Teresa</p></blockquote>
<blockquote><p><em><strong>&#8220;Bodhicitta is the ultimate and perfected wisdom. It rests upon compassion and the view of emptiness. It is the highly unified body of unconditional love and undivided compassion&#8221;</strong></em> &#8212; Taken from <a href="http://www.haikong.ca/fulong_dharma_center_dharma3.html">Dharma Teaching</a></p></blockquote>
<p>I&#8217;m speechless&#8230;</p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=99&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2007/09/14/unconditional-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

