<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Little Place of Kamaruddin &#187; Ranting</title>
	<atom:link href="http://kamaruddin.jajanmedan.com/category/ranting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com</link>
	<description>From Layman to Layman</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Sep 2010 09:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>I Don&#8217;t Surf Porn Site!</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/05/15/i-dont-surf-porn-site/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/05/15/i-dont-surf-porn-site/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Ranting]]></category>
		<category><![CDATA[blocked sites]]></category>
		<category><![CDATA[bypass internet restricition]]></category>
		<category><![CDATA[censor]]></category>
		<category><![CDATA[free proxy list]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/05/15/i-dont-surf-porn-site/</guid>
		<description><![CDATA[Anyone in Indonesia have already known that the Big Brother has blocked the internet access especially to porn and gambling sites. This is not a shocking news as China implemented this long before we do.
The blocking has caused collateral damage. I believe that numerous sites not related with porn or gambling have been blocked if [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anyone in Indonesia have already known that the <a href="http://www.urbandictionary.com/define.php?term=big+brother">Big Brother</a> has blocked the internet access especially to porn and gambling sites. This is not a shocking news as <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Internet_censorship_in_the_People's_Republic_of_China">China implemented this long before we do</a>.</p>
<p><a href='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/cameraporn.jpg' title='Look Ma… No Porn!' rel='lightbox' ><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/05/cameraporn.thumbnail.jpg' alt='Look Ma… No Porn!' style='float:right;margin-left:20px' /></a>The blocking has caused collateral damage. I believe that numerous sites not related with porn or gambling have been blocked if predetermined keyword was caught crafted in <abbr title='Uniform Resource Locator'>URL</abbr>. This happens when I&#8217;m going to <a href="http://www.cameraporn.com">CameraPorn</a> for photography tips and tricks. </p>
<p><span id="more-181"></span>Bypassing this would be easy and effortless. Just find any proxy server (should be easy) and type the URL. Even <a href="http://google.com/translate_t">Google Translate</a> can be &#8220;misused&#8221; for this purpose. Voila, restriction be gone!</p>
<p>And so that&#8217;s it. I can&#8217;t surf <a href="http://www.nakednews.com">Naked News</a> the way I used to be. No, I&#8217;m reading news! I&#8217;m not staring at the news presenter! (wink wink drooling)</p>
<p>PS: You may experience difficulties accessing this site in the future as it already contains the &#8220;P&#8221; and &#8220;N&#8221; word.</p>
<p>&#8212;<br />
1. <a href="http://www.dmoz.org/Computers/Internet/Proxying_and_Filtering/Hosted_Proxy_Services/Free/Proxy_Lists/">List of Free Proxy</a> &#8211; DMOZ Open Directory<br />
2. <a href="http://dewo.wordpress.com/2008/04/08/terkena-imbas-sensor-internet-indonesia/">Terkena Imbas Sensor Internet Indonesia</a> &#8211; Emanuel Setio Dewo<br />
3. <a href="http://bebas.vlsm.org/v17/com/ictwatch/paper/paper023.htm">Sensor Internet, Upaya Sia-sia Meredam Pornografi</a> &#8211; Rapin Mudiardjo, S.H.<br />
4. <a href="http://www.bbc.co.uk/indonesian/indepth/story/2007/03/070322_internet4.shtml">Sensor internet di berbagai negara</a> &#8211; bbc.co.uk</p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=181&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/05/15/i-dont-surf-porn-site/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Manajemen Waktu</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/03/17/pentingnya-manajemen-waktu/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/03/17/pentingnya-manajemen-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 11:24:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ranting]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>
		<category><![CDATA[efisiensi waktu]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen waktu]]></category>
		<category><![CDATA[time management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/03/17/pentingnya-manajemen-waktu/</guid>
		<description><![CDATA[Berapa sering anda mendengar &#8220;Saya tidak punya waktu&#8221; sebagai alasan maupun jawaban atas pertanyaan anda?
&#8220;Olahraga? Tidak, saya tidak punya waktu. Anak saya rewel dan butuh perhatian.&#8221; &#8220;Kursus komputer? Tidak, saya juga tidak punya waktu. Jadwal saya sudah demikian padat.&#8221; Sesibuk itukah anda sehingga menyempatkan 10 menit olahraga di depan televisi sambil mengawasi anak anda tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2008/03/mgt_waktu_01.jpg' alt='mgt_waktu_01.jpg' style='float:right;margin-left:20px' />Berapa sering anda mendengar &#8220;Saya tidak punya waktu&#8221; sebagai alasan maupun jawaban atas pertanyaan anda?</p>
<p><em>&#8220;Olahraga? Tidak, saya tidak punya waktu. Anak saya rewel dan butuh perhatian.&#8221; &#8220;Kursus komputer? Tidak, saya juga tidak punya waktu. Jadwal saya sudah demikian padat.&#8221;</em> Sesibuk itukah anda sehingga menyempatkan 10 menit olahraga di depan televisi sambil mengawasi anak anda tidak sempat? Ataukah anda lebih sibuk dari seorang bisnisman yang masih sempat meluangkan sedikit waktu untuk menjamu rekan bisnisnya?</p>
<p><span id="more-151"></span>24 jam yang diberikan kepada kita, 8 jam tidur, 8 jam kerja, dan 8 jam untuk hal-hal lain terlalu sedikit bagi kita untuk berbuat banyak hal. Tapi dengan sedikit menyiasati dan &#8220;mencuri&#8221; waktu setidaknya waktu yang terbuang menjadi lebih sedikit dan kita mempunyai lebih banyak waktu luang. Ini adalah tujuan utamanya.</p>
<p>Saya teringat ketika melihat film yang menggambarkan kesibukan harian seorang presiden seperti &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Commander_in_Chief_%28TV_series%29">Commander in Chief</a>&#8221; dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_American_President_%28film%29">film sejenis</a>. Sekretaris pribadi yang terus menerus mengikuti dan &#8220;memantrai&#8221; jadwal padat sang Presiden, dengan siapa dan di mana. Sering harus bangun di tengah malam mengambil kebijakan penting dengan wajah lusuh baru bangun tidur. Betapa dia harus dengan cerdas &#8220;mencuri&#8221; waktu untuk anak dan suami sekaligus mengunjungi tempat-tempat penting yang membutuhkan kehadirannya entah itu rapat, kunjungan kenegaraan, pesta, konferensi pers dan ramah tamah. Saya tidak bisa membayangkan bila jabatan penting tersebut diduduki oleh orang yang sering mengatakan <strong>&#8220;Saya tidak punya waktu &#8482;&#8221;</strong>.</p>
<p>Saat saya mengajar Inggris dan memberi PR, murid saya sering mengatakan <em>&#8220;Sir, tidak punya waktu&#8230; (dan daftar PR sekolah untuk memperkuat alasannya)&#8221;</em>. Saya cuma bisa tersenyum dan maklum dengan kesibukan anak sekolah sekarang yang tas pikulnya seberat ransel tentara. Tapi saya selalu memberi nasihat dengan menceritakan pengalaman saya sendiri.</p>
<p>Ketika saya bekerja di salah satu media, jadwal kerja saya adalah Senin-Jumat (8.30-17.30) dan Sabtu (8.30-13.00). Malam harinya mulai dari Jam 6.30 ke atas saya harus mengajar entah di kursus bahasa Inggris atau di rumah sebagai private tutor. Semua ini saya lakoni setiap hari dan mulai beristirahat jam 9 malam ke atas. Di sinilah saya menonton TV, main game dsb. Dengan kesibukan seperti ini saya masih bisa menyempatkan diri untuk menulis artikel IT, maintain blog dan situs, mengoreksi nilai, atau (paling sering) membaca e-book IT. Hasilnya? Jam tidur saya hanya sekitar 5-6 jam setiap hari. Praktis secara teoritis saya hanya mempunyai waktu Sabtu-Minggu. Ketika Minggu dirasa surga dunia untuk dinikmati bersama orang tercinta, lebih dari sering saya harus mengerjakan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih. Aarrrrgghhhh&#8230;. <img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pernah saya ditanya oleh murid saya yang skeptis dan tidak percaya dengan semua &#8220;bualan&#8221; ini. <em>&#8220;Jadi sir, apa sih yang ingin anda capai dari semua ini?&#8221;</em> Jawaban saya singkat, <em>&#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Time_management">Time management</a>. Mengatur waktu seefisien mungkin supaya kita bisa mendapat waktu luang lebih banyak.&#8221;</em> Kemudian ada juga yang bertanya,<em>&#8220;Bagaimana anda bisa melakukan hal sebanyak ini?&#8221;</em> Dan saya menjawab, <em>&#8220;Mengapa anda hanya bisa berbuat sedikit?&#8221;</em></p>
<p>Saya selalu membawa buku IT atau majalah di mana ketika murid mengerjakan tugas maka saya bisa menghabiskan buku yang belum terselesaikan (dengan tetap melaksanakan kewajiban saya tentunya). Atau saya membuat garis besar pengajaran di tempat agar di rumah saya tidak perlu lagi repot dan bingung materi ajaran minggu depan. Dan untuk pekerjaan rumah, saya bersama dengan istri bekerja sama membereskan rumah setiap pagi (~10 menit) sebelum berangkat kerja. Bayangkan bila setiap hari jam 8.30 malam anda pulang ke rumah dalam keadaan berantakan? Lalu bagaimana dengan tugas atau kerjaan tambahan yang saya bawa ke rumah? Apakah saya masih punya waktu untuk semua itu? Saya hanya bisa berharap untuk mengatur waktu seefisien mungkin dengan mengorbankan jatah tidur dan &#8220;mencurinya&#8221; di waktu lain. Bagaimana caranya? Tentu tidak bisa saya ceritakan di sini. Yang jelas &#8220;mencuri&#8221; waktu dan mengatur waktu secara efisien tidak ada aturan main yang jelas. Semuanya tergantung diri sendiri dan kondisi yang dihadapi.</p>
<p>Contoh sederhana memanfaatkan waktu:</p>
<ul>
<li>Sarapan di mobil, di lampu merah atau macet</li>
<li>Memasak sarapan sambil bersih-bersih</li>
<li>Menyediakan waktu tertentu untuk briefing dengan rekan kerja sambil melakukan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rendering_%28computer_graphics%29">rendering</a> 3D</li>
<li>Makan siang di meja kerja sambil mengarsipkan e-mail di kategori sesuai</li>
<li>Sisa waktu makan siang untuk organisasi arsip kantor hingga mudah ditemukan</li>
<li>Menulis potongan artikel atau blog post di waktu luang dengan media apa saja, ponsel, sobekan kertas, belakang buku, dll.</li>
<li>Membaca artikel internet secara offline, save atau download dan baca di rumah atau ketika waktu senggang</li>
<li>dll</li>
</ul>
<p>Banyak teman dan rekan kerja yang ketika diberitahu tentang hal ini reaksi pertama adalah &#8220;Wah, hebat!&#8221; dan memasuki awal &#8220;kuliah&#8221; dimulai, mereka hanya bersikap skeptis dan menganggapnya tak lebih dari &#8220;kuliah bahasa dinosaurus&#8221;. Sekali dengar bereslah sudah, tak ada yang perlu diingat! Tapi sadarkah mereka bila mengatur waktu dan membereskan masalah/tugas tepat waktu sangat memotivasi kita untuk bisa maju dan berkembang? <strong>Apakah anda bisa dan mau mempercayakan bisnis jutaan dolar anda kepada seseorang yang membalas pertanyaan anda dengan &#8220;Saya tidak punya waktu&#8221;?</strong></p>
<p>Tentu sekarang setelah membaca artikel ini sedikit banyak anda mengerti dan tergerak untuk mau mengatur waktu dengan baik. Tidak ada kalimat &#8220;Saya tidak punya waktu&#8221; bila bisa menyiasatinya dengan baik.</p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=151&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/03/17/pentingnya-manajemen-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coke bath</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2006/03/28/coke-bath/</link>
		<comments>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2006/03/28/coke-bath/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Mar 2006 03:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ranting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2006/03/28/coke-bath/</guid>
		<description><![CDATA[It&#8217;s really miserable, pathetic and damn annoying! The water turned to pitch black sandy water. We&#8217;re all disappointed with the performance of the public company. First, 2 hours blackout in a week for the whole month and now we have to face the &#8220;kindness&#8221; of the water service company by giving us &#8220;coke&#8221; to bath. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>It&#8217;s really miserable, pathetic and damn annoying! The water turned to pitch black sandy water. We&#8217;re all disappointed with the performance of the public company. First, 2 hours blackout in a week for the whole month and now we have to face the &#8220;kindness&#8221; of the water service company by giving us &#8220;coke&#8221; to bath. How nice!</p>
<p>The pictures say it all:</p>
<p><a href='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2007/03/bakcoke01.jpg' title='Pretty Clean Huh?' rel='lightbox[cokebath]'><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2007/03/bakcoke01.thumbnail.jpg' alt='Pretty Clean Huh?' /></a> <a href='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2007/03/bakcoke02.jpg' title='Up close and personal. Indonesian’s plumbing….' rel='lightbox[cokebath]'><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2007/03/bakcoke02.thumbnail.jpg' alt='Up close and personal. Indonesian’s plumbing….' /></a> <a href='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2007/03/bakcoke04.jpg' title='Sand bonus' rel='lightbox[cokebath]'><img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-content/uploads/2007/03/bakcoke04.thumbnail.jpg' alt='Sand bonus' /></a></p>
<p>In term of payment, we have to pay them on time and in full if you dont want to live without electricity and bathing in your neighbor&#8217;s house. In most countries, these two are not even an issue! They play monopoly for all public necessity yet they say they&#8217;re suffering financially. It doesnt make any sense.</p>
<p>Anyway, it&#8217;s living Indonesian&#8217;s way&#8230;. Welcome to Indonesia. <img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<img src="http://kamaruddin.jajanmedan.com/?ak_action=api_record_view&id=4&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2006/03/28/coke-bath/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

