Medanese IT Geek, movie lover and (mostly) law-abiding citizen. Dreaming of cheap and easy access to ICT, healthcare and education in Indonesia.

Search:


Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

4 March 2010

Fatherhood Movies

Category: Indonesian, Miscellaneous — kamaruddin @ 8:39 pm

Banyak kisah dan film tentang ibu yang berjuang membesarkan anaknya berikut tantangannya dalam mempertahankan keluarga. Dibandingkan dengan ibu, seorang ayah jelas berperan jauh lebih sedikit dalam mengasuh namun tetap mempunyai andil dalam membesarkan anak di sebuah keluarga. Daftar di bawah ini adalah beberapa film yang pernah saya tonton yang mengisahkan perjuangan seorang ayah dalam keluarga.

1. Papa, Can You Hear Me Sing (1983)

Seorang veteran perang bisu melewatkan hari demi hari sebagai penjual botol arak bekas. Suatu hari dia menemukan bayi perempuan yang ditelantarkan di jalan. Bayi itu dibesarkan sendiri dan menjadi salah satu alasan untuk tetap hidup di dunia. Setelah dewasa, si anak menjadi penyanyi terkenal. Karena kesibukan dan “prosedur”, si anak semakin terpisah dengan ayah. Ayah bisu di dera rindu teramat dalam dan sakit. Di tengah konser si anak menyusul ke RS namun terlambat sudah. Dengan hati hancur, si anak tampil di akhir konser menyanyikan gubahan lagu “Any Empty Wine Bottle to Sell” yang menjadi legenda.

Saya menontonnya pertama kali sewaktu masih SD dan sudah sangat lama mencari film legendaris Taiwan ini. Siapkan tissue karena film ini akan menguras air mata. Selain kisah mengharubiru, kita juga bisa melihat jelinya sutradara menangkap suasana Hongkong 80-an, daerah kumuh dan kehidupannya kemudian dikontraskan dengan pesatnya pembangunan di pusat kota akan terlihat di sini. Film ini memenangkan 4 Golden Horse Award (Oscar versi Hongkong). Pemeran ayah bisu, Sun Yueh, tampil sangat memukau walau tanpa sepatah katapun.
More…


Tags:

• • •

21 January 2010

Belajar cinta di lampu merah

Category: Indonesian, Miscellaneous, Thoughts — kamaruddin @ 10:33 pm

Mother-Son Holding Hands

Hari ini…

Di persimpangan jalan, seorang pengemis tua duduk bersama seorang bocah di pembatas jalan. Si ibu berkulit gelap, dihiasi kerutan tua mendekap bocah laki-laki yang tertawa riang. Hari itu adalah hari yang biasa bagi mereka. Duduk di pembatas jalan, menunggu sisa kasihan dari orang yang lalu lalang. Si bocah mencium kedua pipi dan kening si ibu kemudian tertawa. Si ibu tersipu lalu menatap kosong ke depan. Mungkin lelah menunggu sesuatu untuk dibawa pulang hari itu. Dua orang yang (mungkin) sudah dianggap tidak ada. Si bocah lalu mengganggu si ibu kembali. Diambilnya sekeping uang logam, diletakkan di atas kepala si ibu. Beberapa kali dilakukan si bocah sampai saatnya si ibu menyerah, ikut tertawa bersama si bocah lalu menciumnya sayang.

Mobil SUV besar buatan Jepang membatasi aku dan mereka. Bercanda riang tak peduli sepasang mata memandang sedari awal.

Sial! Sekelilingku menyalak, menggonggongku dengan keras! Lampu kurang ajar itu masih merah, tinggal beberapa detik lagi. 2 menit sekian detik adalah waktu yang terlalu lama bagi kebanyakan orang. Bagiku, waktu tersebut saya belajar sesuatu.


• • •

23 May 2009

Review: The New iPod Shuffle

Category: IT in General, Indonesian — kamaruddin @ 10:47 pm

Saya sudah memendam keinginan cukup lama untuk memiliki iPod Shuffle terbaru, The New iPod Shuffle atau iPod Shuffle generasi ketiga. Biasa… produk Apple selalu monumental, spektakuler, dan mencuri perhatian dunia. Seri Shuffle adalah jajaran pemutar musik portable iPod yang “dipakai” (wearable). Jadi produknya harus tidak ribet, ultra kecil dan yang terpenting, tetap modis.

Ketika berjalan-jalan sendirian di salah satu mal di Medan hari Sabtu lalu, saya membelinya untuk istri sebagai hadiah. Saya sudah tidak kaget dengan bentuk fisiknya yang lebih kecil daripada Shuffle generasi kedua. Ketahanan baterenya juga cukup lama, sekitar 10 jam.

More…


Tags:

• • •

23 January 2009

10 Pemutar Audio Ringan Alternatif

Category: IT in General, Indonesian — kamaruddin @ 10:18 am

Seorang teman bekerja di depan komputer sambil mendengarkan musik di latar. Tiba-tiba musik terhenti sejenak kemudian mengalun kembali, berulang-ulang. Setelah diamati ternyata komputer tuanya digunakan untuk menjalankan Winamp terbaru dengan memori pas-pasan. Pemutar audio alternatif dipasangkan dan gejala “tersedak” pun hilang.

Winamp adalah “standar de-facto” atau aplikasi wajib ada di setiap komputer. Sebagai pemutar lagu sepuh dan berjaya sampai kini dengan jumlah pemakai lebih dari 50 juta di seluruh dunia, tidaklah berlebihan jika ia dinobatkan sebagai “kakek” pemutar MP3.

More…


Tags:

• • •

18 December 2008

Yuk, Main Game Windows di Linux

Category: IT in General, Indonesian, Ubuntu — kamaruddin @ 1:21 pm

Jalankan game Windows di linuxTentunya sangat menyenangkan bukan, bila kita bisa menjalankan seri Need for Speed di linux tanpa membeli sebuah salinan Windows asli seharga ratusan dolar? Hemat, tidak melanggar hukum dan tetap bisa bermain game favorit.

Piranti lunak permainan komputer memang lebih banyak dikembangkan di platform Windows. Di linux memang miskin game blockbuster seperti seri Grand Theft Auto, seri Warcraft, atau Half Life. Pengguna linux yang ingin memainkan game Windows di komputer bisa saja menjalankannya dengan virtualisasi seperti VirtualBox namun tidak praktis dan merepotkan. Komputer harus kencang dan bermemori cukup besar untuk mengemulasikan penuh sistem operasi di dalam linux. Nah, anda pasti sudah pernah mendengar project Wine, Wine Is Not an Emulator. Dengan Wine, aplikasi seolah-olah berjalan di platform aslinya dengan modus compatibility layer. Dengan cara ini kekuatan CPU dan memori yang digunakan untuk menjalankannya jauh lebih hemat daripada virtualisasi penuh.

More…


Tags:

• • •
Older Post »
Using modified "Sitepoint-like" Theme. kamaruddin [-at-] gmail *dot* com