Medanese IT Geek, movie lover and (mostly) law-abiding citizen. Dreaming of cheap and easy access to ICT, healthcare and education in Indonesia.

Search:


04/03/2010

Fatherhood Movies

Category: Indonesian,Miscellaneous — kamaruddin @ 8:39 pm

Banyak kisah dan film tentang ibu yang berjuang membesarkan anaknya berikut tantangannya dalam mempertahankan keluarga. Dibandingkan dengan ibu, seorang ayah jelas berperan jauh lebih sedikit dalam mengasuh namun tetap mempunyai andil dalam membesarkan anak di sebuah keluarga. Daftar di bawah ini adalah beberapa film yang pernah saya tonton yang mengisahkan perjuangan seorang ayah dalam keluarga.

1. Papa, Can You Hear Me Sing (1983)

Seorang veteran perang bisu melewatkan hari demi hari sebagai penjual botol arak bekas. Suatu hari dia menemukan bayi perempuan yang ditelantarkan di jalan. Bayi itu dibesarkan sendiri dan menjadi salah satu alasan untuk tetap hidup di dunia. Setelah dewasa, si anak menjadi penyanyi terkenal. Karena kesibukan dan “prosedur”, si anak semakin terpisah dengan ayah. Ayah bisu di dera rindu teramat dalam dan sakit. Di tengah konser si anak menyusul ke RS namun terlambat sudah. Dengan hati hancur, si anak tampil di akhir konser menyanyikan gubahan lagu “Any Empty Wine Bottle to Sell” yang menjadi legenda.

Saya menontonnya pertama kali sewaktu masih SD dan sudah sangat lama mencari film legendaris Taiwan ini. Siapkan tissue karena film ini akan menguras air mata. Selain kisah mengharubiru, kita juga bisa melihat jelinya sutradara menangkap suasana Hongkong 80-an, daerah kumuh dan kehidupannya kemudian dikontraskan dengan pesatnya pembangunan di pusat kota akan terlihat di sini. Film ini memenangkan 4 Golden Horse Award (Oscar versi Hongkong). Pemeran ayah bisu, Sun Yueh, tampil sangat memukau walau tanpa sepatah katapun.

Lirik “Any Empty Wine Bottle to Sell”

Do you have wine bottles to sell
What a familiar sound that is
It´s been with me day in and day out
I never need to think about it.
It´s something I can never forget.

Without heaven, where would earth be?
Without earth, where would home be?
Without home, where would you be?
Without you, where would l be?

Without you to raise me
To give me warmth and life
Without you to protect me
What would my fate be?
It was you who raised me
Accompany me from my first word saying
It was you who gave me a home
To share with you, together

You cannot open your mouth and speak
But you know black & white, right and wrong
You cannot express how you feel
You contribute your precious life, though
Your familiar sound, from afar
Reminds me of your loving soul
When will you return to my side
And let us sing together

Do you have wine bottles to sell
What a familiar sound that is
It´s been with me day in and day out
I never need to think about it.
It´s something I can never forget.

2. La vita è bella/Life is Beautiful (1997)

la_vita_e_bellaBerlatar belakang Jerman menguasai Italia, sang Ayah dan anak dikerjapaksakan di kamp konsetrasi Jerman. Sang ayah membohongi si anak bahwa mereka semua yang ada di sana sedang bermain permainan yang hadiah utamanya adalah sebuah tank. Siapa yang bertahan terakhir, dialah yang akan membawa pulang sebuah tank. Kebohongan sang ayahnya beberapa kali dan pada akhirnya menyelamatkan si anak, membuatnya tetap hidup hingga menarasikan kembali pengorbanan ayahnya.

Film Italia ini berhasil memenangkan 3 Oscar. Walau tergolong bagus, saya pribadi kurang begitu suka dengan gaya si ayah nyentrik Roberto Benigni. Seperti menonton “Jim Carrey”-nya Italia.

3. Road to Perdition (2002)

roadtoperditionMichael Sullivan adalah seorang ayah dan anggota mafia, pekerjaannya hitman. Pekerjaan yang selama ini selalu dirahasiakan kepada anak-anaknya. Suatu hari, anak sulungnya menyelinap ke dalam mobil dan menyaksikan ayahnya “bekerja”. Akibatnya? Perencanaan pembunuhan seluruh keluarga yang berujung pada terbunuhnya ibu dan adiknya. Anak tersebut kemudian menjadi target dan terus diburu oleh anak bos mafia yang menganggap bocah tersebut adalah saksi yang perlu dilenyapkan. Tugas sang ayah berubah menjadi pelindung anaknya sendiri dari orang-orang yang ia kenal dan selama ini memberinya nafkah.

4. Cinderella Man (2005)

Berlatar belakang “The Great Depression”, sang ayah, petinju ternama terpaksa menjadi pekerja kasar di pelabuhan. Tanpa mempedulikan cederanya, ia juga bertarung kecil-kecilan (seringkali tanpa sarapan) untuk mencukupi kebutuhan. Sampai pada suatu saat, sang ayah dengan tebal muka singgah ke tempat bos/temannya terdahulu meminta sedekah demi keluarganya. Kebesaran hati ayah benar-benar terlihat di film kisah nyata ini. Bagaimana dia lebih memperhatikan kondisi istri dan anaknya. Menelan harga diri, menahan malu dan bertebal muka. Sebuah inspirasi dan motivasi kepada setiap ayah.

5. The Pursuit of Happyness (2006)

Ini adalah kisah nyata Chris Gardner, salah satu jutawan dan penulis “The Pursuit of Happyness”. Kisah salesman tunawisma dan jungkir baliknya membesarkan anak sendirian untuk hidup layak. Film ini mengambarkan kesulitan-kesulitan hidup yang terus menghantam Chris. Pisah dengan istrinya, diusir karena menunggak sewa rumah, dikejar karena naik taksi tidak bayar, ditipu, tidur semalaman bersama sang anak di toilet umum (ya, anda tidak salah baca), berebut tempat dengan tuna wisma lainnya di homeless shelter (rumah singgah) demi tidur layak sang anak dan tidak gelandangan di jalan. Sampai kepada perjuangannya mendapatkan pekerjaan sebagai seorang broker dan mendirikan firma keuangannya sendiri.

Don’t ever let somebody tell you… you can’t do something. Not even me. All right?

… If you want something, go get it. Period.

6. World’s Greatest Dad (2009)

Film ini adalah film komedi tidak biasa yang membawa anda ke dunia sesungguhnya. Jadi jangan berharap berakhir seperti film komedi lain. Aktor serba bisa, Robin Williams, bermain sebagai seorang penulis, guru sastra sekaligus ayah yang lemah dalam mendidik anak remajanya. Datanglah realita yang cukup tragis, sang anak mati karena masturbasi di kamarnya sendiri. Sang ayah menutupi kematiannya dengan keahlian menulisnya. Tulisannya menginspirasi teman-teman, bahkan seluruh sekolah anaknya demam “Kyle Clayton”. Sebuah kesempatan seumur hidup, si ayah bisa mencapai puncak ketenaran dengan “memanfaatkan” kematian anaknya sendiri. Namun sang ayah lebih memilih hidup seperti sebelumnya dan mengakui perbuatannya karena dia lebih mencintai anaknya sendiri.

“My son is a douche bag. But I love him…”

7. Mrs. Doubtfire (1993)
Sebuah film yang melesatkan karir Robin Williams. Menyamar sebagai pengasuh baru, Mrs. Doubtfire, untuk mendekatkan diri kepada anak-anaknya setelah proses perceraian dengan istrinya. Sepertinya hampir setiap orang pernah menonton film ini.

8. The Wrestler (2008)

Mantan pegulat terkenal 80-an, Randy Robinson, berjuang untuk hidup dan berkeluarga di akhir karirnya. Cedera dan sakit jantungnya membuatnya tidak cukup kuat lagi untuk bertarung. Sang ayah lalu mencoba menjalani hidup normal dan mencoba mendekatkan diri kepada anak perempuannya yang pernah ditinggalkannya sewaktu masih kecil. Diapun mencoba bertahan hidup dengan bekerja sebagai pelayan supermarket. Sayangnya dunia tidak menerimanya untuk hidup selain dari dunia di atas ring. Kesendiriannya dan kesulitan untuk membina hubungan dengan anaknya membuatnya bertarung terakhir kalinya di atas ring, yang mana kemudian membebaskannya.

to be continued…

akan updating daftar setelah menonton film ini:
In the Name of the Father (1993)
Ladri di biciclette/The Bicycle thieves (1948)


Reference:

1. IMDB (Internet Movie DataBase)
2. Wikipedia
3. Ten Great Movies About Father Figures


Tags:

• • •

3 Comments »

  1. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.5.4 on Windows Windows XP

    Film no. 1 dan 2 adalah favorit saya juga!!! Lagu yang di film no.1 itu saya hafal, bisa menyanyikan, dan waktu menikah saya minta band menyanyikan lagu itu karena memang baguuusss… sekali…!!! ^^
    Film no 2 adalah salah satu film terbaik yang pernah saya tonton dalam hidup ini!!!
    Dengan sangat malu, saya harus mengakui belum nonton film no 3, padahal yang main Tom Hanks ya (mustinya masuk dalam daftar film wajib tonton)…??? Musti cepet-cepet nyari nih ^^

    Comment by wongmuntilan — 08/03/2010 @ 8:49 am
  2. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.5.0.3 on Windows Windows XP

    film no. 1 dan 3,aku belum pernah nonton sama sekali. but, they already on my list now.

    film no. 2, sudah beli tapi belum pernah nonton…karena saya belinya bajakan. tapi kata teman-teman saya, ini film highly recommended.

    film 4,5,6,7…these are my favourites! great movies!

    let me tell you a secreat. aku membuat list semua film yang dimainkan tom hanks dan robin williams. hehehe…soalnya biasanya mereka hanya bermain di film bertema keluarga, inspriing family man.

    Comment by nima — 16/09/2010 @ 2:02 pm
  3. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 16.0 on Windows Windows XP

    Pas, inilah yang saya cari-cari selama ini. Film bagus (meaningful) untuk saya tonton dan koleksi. Thank you bro!

    Comment by Indra — 19/01/2013 @ 10:14 pm

Comments RSSTrackBack URI

Leave a comment

Using modified "Sitepoint-like" Theme. kamaruddin [-at-] gmail *dot* com