Medanese IT Geek, movie lover and (mostly) law-abiding citizen. Dreaming of cheap and easy access to ICT, healthcare and education in Indonesia.

Search:


21/01/2010

Belajar cinta di lampu merah

Category: Indonesian,Miscellaneous,Thoughts — kamaruddin @ 10:33 pm

Mother-Son Holding Hands

Hari ini…

Di persimpangan jalan, seorang pengemis tua duduk bersama seorang bocah di pembatas jalan. Si ibu berkulit gelap, dihiasi kerutan tua mendekap bocah laki-laki yang tertawa riang. Hari itu adalah hari yang biasa bagi mereka. Duduk di pembatas jalan, menunggu sisa kasihan dari orang yang lalu lalang. Si bocah mencium kedua pipi dan kening si ibu kemudian tertawa. Si ibu tersipu lalu menatap kosong ke depan. Mungkin lelah menunggu sesuatu untuk dibawa pulang hari itu. Dua orang yang (mungkin) sudah dianggap tidak ada. Si bocah lalu mengganggu si ibu kembali. Diambilnya sekeping uang logam, diletakkan di atas kepala si ibu. Beberapa kali dilakukan si bocah sampai saatnya si ibu menyerah, ikut tertawa bersama si bocah lalu menciumnya sayang.

Mobil SUV besar buatan Jepang membatasi aku dan mereka. Bercanda riang tak peduli sepasang mata memandang sedari awal.

Sial! Sekelilingku menyalak, menggonggongku dengan keras! Lampu kurang ajar itu masih merah, tinggal beberapa detik lagi. 2 menit sekian detik adalah waktu yang terlalu lama bagi kebanyakan orang. Bagiku, waktu tersebut saya belajar sesuatu.


• • •
Using modified "Sitepoint-like" Theme. kamaruddin [-at-] gmail *dot* com