<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: 11 Salah Kaprah Umum Tentang Linux</title>
	<atom:link href="http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/11-salah-kaprah-umum-tentang-linux/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/11-salah-kaprah-umum-tentang-linux/</link>
	<description>From Layman to Layman</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 10:09:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: myitanium</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/11-salah-kaprah-umum-tentang-linux/comment-page-1/#comment-8013</link>
		<dc:creator>myitanium</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:02:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/12-salah-kaprah-umum-tentang-linux/#comment-8013</guid>
		<description>@adeklipse: Agan terlalu kasar. Namanya juga masih terkotaki sama windows.
Di kantor ane, yang notabene sekolah, hampir semua pakai Linux. Dari Lab sampai komputer2 staff. hanya beberapa aja yang masih windows itu pun karena tergantung pada aplikasi grafis ataupun keuangan.
Kalau saya sih enteng, sistem tetap Linux (toh aplikasi juga banyak), kalaupun perlu aplikasi windows bisa pakai wine ataupun sekalian aja divirtualisasi pakai virtualbox. Kalau itu aplikasi dipakai rame-rame, ane pakai rdesktop ke server WinXP.
Implementasi mudah, tidak ada yang protes, maintenance mudah. User ane sendiri yang mengaku mereka lebih senang pakai Linux, lebih tenang KARENA GAK ADA VIRUS YANG MENGGILA MACAM DI WINDOWS.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@adeklipse: Agan terlalu kasar. Namanya juga masih terkotaki sama windows.<br />
Di kantor ane, yang notabene sekolah, hampir semua pakai Linux. Dari Lab sampai komputer2 staff. hanya beberapa aja yang masih windows itu pun karena tergantung pada aplikasi grafis ataupun keuangan.<br />
Kalau saya sih enteng, sistem tetap Linux (toh aplikasi juga banyak), kalaupun perlu aplikasi windows bisa pakai wine ataupun sekalian aja divirtualisasi pakai virtualbox. Kalau itu aplikasi dipakai rame-rame, ane pakai rdesktop ke server WinXP.<br />
Implementasi mudah, tidak ada yang protes, maintenance mudah. User ane sendiri yang mengaku mereka lebih senang pakai Linux, lebih tenang KARENA GAK ADA VIRUS YANG MENGGILA MACAM DI WINDOWS.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adeklipse</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/11-salah-kaprah-umum-tentang-linux/comment-page-1/#comment-7996</link>
		<dc:creator>adeklipse</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 14:12:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/12-salah-kaprah-umum-tentang-linux/#comment-7996</guid>
		<description>Bwah, ada orang males, nih.. :P

setelah saya melakukan migrasi dari xp (bajakan) ke linux (opensuse 11.3) ternyata kesimpulan akhir saya : LINUX TIDAK PROFESIONAL dalam menunjang kegiatan sehari-hari. berikut alasan saya

&lt;i&gt;1. LINUX lebih cepat hang, bila dibandingkan dengan windows (walaupun bajakan), pada komputer saya dengan spek prosesor 1.86 dan ram 1 gb sampai saat ini masih sering hang pada waktu browsing, hal itu sangat mengganggu.&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;Kalau memang sering hang, kenapa gak laporin bug? Emang kalau dikritik, tapi nggak diapa-apain, bakal berubah? Kontribusi, dong, Gan. Kebanyakan distro Linux dibangun atas dasar ingin menciptakan lingkungan komputerisasi yang terbaik, bukan menciptakan uang buat makan seperti di Microsoft atau Apple. 
Pengalaman ane pake Linux, ia sangat kokoh. Sebenarnya yang bikin hang itu bukan Linux, tapi aplikasinya. Kalau aplikasinya bikin hang, hapus, dan gak bakalan hang lagi.&lt;/b&gt;

&lt;i&gt;2. error handle yang kurang memuaskan, seperti kita tahu, diwindows ada cara sakti bila keadaan komputer hang, yaitu dengan memakai ctrl+alt+del nah kalau dilinux, ya kalo udah hang ya harus RESTART…!&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;Ini orang niat belajar gak sih? =.= Yya, Linux jangan dibedakan sama Windows, dong. Mentang-mentang Ctrl+Alt+Del sakti di Windows, tiba-tiba sakti dimana aja?
Ane kalau hang, tinggal Ctrl+Spasi, &quot;compiz --replace&quot;, dum! Refresh instan.
Lagipula &quot;cara sakti&quot; Windows gak terlalu efektif. Ketergantungan orang sama Ctrl+Alt+Del kegedean. Mereka pikirnya, &quot;wah, hang. Ctrl+Alt+Del aja deh.&quot; Sebenarnya itu yang bikin BSOD: kemalasan orang buat mencari jalan keluar.&lt;/b&gt;

&lt;i&gt;3. open office yang katanya (cuma katanya lho…) sebagai saingan ms.office ternyata hanya bualan, hal ini dikarenakan bukan pada masalah tidak familiarnya, sebagai contoh : walaupun file .docx bisa dibuka TAPI hasil nya sangat menjengkelkan, seperti tabel yang jadinya acak-acakan, sulit mengatur tabel, kekacauan pada olahan gambarnya (clipart)seperti sulitnya sent to back, sulitnya mengatur border.&lt;/i&gt;
&lt;b&gt; Emang agan bisa bikin sebaik OO? Iya, OO tidak sempurna, MSO juga enggak. Mereka sempurna dalam hal mereka masing-masing. Seperti kata agan, ini masalah kefamiliaran.
Agan familiar dengan MSOffice. Agan TIDAK familiar dengan OpenOffice. Lalu, karena tidak familiar, tiba-tiba si OpenOffice salah. Bisa banget kayak gitu.
Pengalaman ane bikin laporan magang (waktu di SMK), ane seleai 3 minggu: 2 minggu nyusun data, 1 minggu bikin laporannya di OpenOffice. Temen-temen ane ada yang setengah tahun; 2 minggu nyusun data, sisanya cari tau gimana supaya gini-gitu di MSOffice 2007 (tabel, bullets, numbering segala. Padahal mereka jurusan TI lho). 
Ane tegaskan lagi: OpenOffice 100% dibangun dari niat baik dan ikhlas orang. Satu-satunya pendapatan mereka berupa sumbangan. Coba saja Microsoft berdiri dengan sumbangan saja, terus proprietary lagi, mau kemana mereka?&lt;/b&gt;

&lt;i&gt;4. sulitnya administrasi manajemen file, mungkin karena biasa di ms. windows yang manajemen file nya tertata rapih sedangkan di linux, repot, bila menginstal sesuatu tidak tertuju pada satu tempat, di /opt lah di /bin lah dll yang bikin BT.&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;Sebenarnya ada tujuan dibalik ke-acak-acak-an ini: biar lebih optimal, dan lebih aman.
Tau nggak kenapa Windows gampang banget di serang virus? Salah satu faktor besarnya karena tata sistemnya terlalu prediktabel.
Lalu, buat apa juga masuk-masuk ke direktori sistem? Buat apa agan cari-cari filenya? Buat konfig, ada aja Configuration Editor kalo buat Debian, Ubuntu, dll. Umumnya juga di /etc/ ada file konfignya.&lt;/b&gt;

&lt;i&gt;5. tidak baik dalam mendukung perangkat hardware, entah dikarenakan apa, bluetooth dan speakerku mendadak mati… padahal aku yakin bluetoothku masih idup tuh, terbukti dilinux juga terdeteksi tapi tidak bisa digunakan… sangat menjengkelkan!&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;Kayak Windows bisa lebih baik? Emang Windows bisa ngedetek apa? Ane perlu download driver sampai 200MB cuman supaya resolusi bagus, suara keluar sama VGA jalan.
Lah di Linux? Gak ada driver, karena gak perlu driver! Ane selama penggunaan Linux, cuman perlu 2 driver paling banyak. Sekarang ane pake cuman 1: buat WLAN.
Kalau dibandingkan sama kernel lain, Linux paling banyak dukungan hardwarenya dibanding kernel lain.&lt;/b&gt;

&lt;i&gt;6. alokasi /administrasi file sampah yang tidak baik, entah kenapa setelah dibersihkan, tahu ga berapa file sampah yang ada ? 300 Mb lebih pada file level root dan 200Mb lebih pada level user biasa… hal ini sangat jarang ditemukan pada windows file sampah bisa membuat hardisk penuh (saya punya 80 GB), mungkin karena setiap dipake dibuat file cadangnya kali ya dilinux… tapi ini sangat membuat tidak nyaman.&lt;i&gt;
&lt;b&gt;Memang susahnya apa ngedelete? Ane di Windows running cuman 2 jam (sebelum BSOD), tiba-tiba muncul 8GB dari entah mana, padahal cuman main-main MSWord aja. =.=
Di Linux, sistem manajemen perpaketan dirancang menurut keperluan user biasa. Kalo agan nggak mau pake cache, silahkan dimatiin fasilitasnya. Lagi-lagi malas.&lt;/b&gt;

&lt;i&gt;7. Hasil tiruan dari OS yang lain, seperti yang kita tahu se-BAGUS apapun hasil TIRUAN, TIDAK AKAN BISA menyaingi yang asli…&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;Gila ya? Sistem penjendelaan X sudah muncul hampir 10 tahun sebelum Windows punya tampilan, Gan...
Lagipula sapa yang niru siapa? KDe 4.x sudah 5 tahun memiliki taskbar yang serupa di Windows 7 sebelum W7 muncul.
Hadeh, riset, gaaan... bikin malu ajaa...&lt;/b&gt;


&lt;i&gt;8. pada setting jaringan juga sangat menyebalkan, bayangkan bila diwindows kita bisa mengatur jaringan (LAN dan wireless)dengan beberapa klik, nah di linux kita sampai repot, harus copot kabel jaringan lagi, harus seting-seting yang lain….pokoknya repot!&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;Gila lagii... pernah ngeliat nm-applet nggak? Kurang dari 5 klik, ane uda bisa konekin, itu gak pake DHCP malah.
Copot-copot kabel jaringan? Agan aja kali yang pasrah, wong cuman 1 baris perintah aja uda beres... 
Lagian, emang Windows bisa pakai 20 DNS? Yang ane tahu cuman dua aja maksimal... &gt;_&gt;&lt;/b&gt;

&lt;i&gt;9. ini yang lebih menjengkelkan, sharing file pada linux masih jauuuuuh dari windows, bikin BT!
Gimana ini jadi salah Linux?&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;&#039;Kan protokol-nya aja sudah beda, Gan... Linux antar Linux mah gampil, tinggal buka nautilus, klik jaringan, beres.
Antar Windows sama Windows juga segampil itu juga &#039;kan Gan? Tapi Windows sama Linux memang susah, Gan, wong sistemnya aja beda... ko&#039; jadi salahnya Linux? Emang yang bikin SAMBA karyawan Windows ya?&lt;/b&gt;

&lt;i&gt;10. ketinggalan teknologi, sebagai orang yang pernah belajar pemrograman, dukungan linux pada pemrograman sangat sedikit, seperti proyek dot net,dll&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;Iyalah .NET nggak bisa, itu aja punyanya M$, nggak boleh lah Gan... Tapi di Linux compiler-nya paling lengkap diantara OS lain... coba aja jalanin file python, bash, curl di Windows.. emang bisa? Lagipula implementasi .NET juga bisa dengan Mono... C#-nya Windows kalah beraat sama Vala..&lt;/b&gt;

&lt;i&gt;11. instalasi yang tidak nyaman, kalau kita pake windows, instal program gampang tinggal klik-next-finish, tapi dilinux? repot,,pada saat instalasi harus download berbagai repository dan berbagai file .xml dan file-file tersebut tidak tersimpan pada linuxnya itu, alhasil kita diwajibkan DOWNLOAD dari server SETIAP INSTALASI program…. ribed banget…&lt;/b&gt;
Lah? Emang wajib ya? Ya kalau nggak mau download, gak usah Gan.. ada skip-nya juga..
Kalau masalah download dari server, itu buat keamanan, Gan. Virus di Windows nyebar 80% dari sumber yang nggak bisa dipercaya. Kalo di repo, mah gak perlu khawatir apa-apa. Sudah dijamin, kecuali agan nambah repo pihak ketiga, baru jaga-jaga..

&lt;i&gt;hal yang menarik dari linux menurut saya cuma 1 : GRATISNYA! selebihnya….NOL BESAR!, walaupun begitu aku masih pakai linux karena belum bisa beli OS win original…
sekian keluh kesah saya tentang linux, khususnya opensuse (yang katanya lebih mudah dan mirip windows) linux lain seperti fedora juga pernah kucoba dan langsung kuganti beberapa waktu setelah instalasi karena tidak familiar dan pengoperasian yang sulit….&lt;/i&gt;

&lt;b&gt;Kata final ane: jangan samakan Windows dan Linux. Mereka berbeda. Mentang-mentang Linux gak bisa seperti Windows, lalu salahnya Linux. Padahal Windows juga gak bisa nyaingin fitur-fitur Linux.
Agan terlalu berharap Linux sebagai pengganti Windows. Jangan. Linux itu alternatif Windows, bukan pengganti. Linux tidak diciptakan oleh Torvalds agar mirip dengan Windows, agar kompatibel dengan Windows. Dia menciptakan Linux sebagai lingkungan baru yang berbeda dengan Windows.

Linux is NOT Windows. &lt;= catat di kepala

Semua keluhan agan itu berkaitan dengan 1 hal: ketidak-familiar-an. Dan agan bersikeras bila Linux (openSUSE di kasus kita) gak mirip dengan Windows, berarti dia jauh lebih inferior daripada Windows. Tuduhan yang sangat kuat dan sangat salah.

Oh iya, satu lagi: jangan malas, Gan. Linux bukan buat orang malas migrasi.&lt;/b&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bwah, ada orang males, nih.. <img src='http://kamaruddin.jajanmedan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>setelah saya melakukan migrasi dari xp (bajakan) ke linux (opensuse 11.3) ternyata kesimpulan akhir saya : LINUX TIDAK PROFESIONAL dalam menunjang kegiatan sehari-hari. berikut alasan saya</p>
<p><i>1. LINUX lebih cepat hang, bila dibandingkan dengan windows (walaupun bajakan), pada komputer saya dengan spek prosesor 1.86 dan ram 1 gb sampai saat ini masih sering hang pada waktu browsing, hal itu sangat mengganggu.</i><br />
<b>Kalau memang sering hang, kenapa gak laporin bug? Emang kalau dikritik, tapi nggak diapa-apain, bakal berubah? Kontribusi, dong, Gan. Kebanyakan distro Linux dibangun atas dasar ingin menciptakan lingkungan komputerisasi yang terbaik, bukan menciptakan uang buat makan seperti di Microsoft atau Apple.<br />
Pengalaman ane pake Linux, ia sangat kokoh. Sebenarnya yang bikin hang itu bukan Linux, tapi aplikasinya. Kalau aplikasinya bikin hang, hapus, dan gak bakalan hang lagi.</b></p>
<p><i>2. error handle yang kurang memuaskan, seperti kita tahu, diwindows ada cara sakti bila keadaan komputer hang, yaitu dengan memakai ctrl+alt+del nah kalau dilinux, ya kalo udah hang ya harus RESTART…!</i><br />
<b>Ini orang niat belajar gak sih? =.= Yya, Linux jangan dibedakan sama Windows, dong. Mentang-mentang Ctrl+Alt+Del sakti di Windows, tiba-tiba sakti dimana aja?<br />
Ane kalau hang, tinggal Ctrl+Spasi, &#8220;compiz &#8211;replace&#8221;, dum! Refresh instan.<br />
Lagipula &#8220;cara sakti&#8221; Windows gak terlalu efektif. Ketergantungan orang sama Ctrl+Alt+Del kegedean. Mereka pikirnya, &#8220;wah, hang. Ctrl+Alt+Del aja deh.&#8221; Sebenarnya itu yang bikin BSOD: kemalasan orang buat mencari jalan keluar.</b></p>
<p><i>3. open office yang katanya (cuma katanya lho…) sebagai saingan ms.office ternyata hanya bualan, hal ini dikarenakan bukan pada masalah tidak familiarnya, sebagai contoh : walaupun file .docx bisa dibuka TAPI hasil nya sangat menjengkelkan, seperti tabel yang jadinya acak-acakan, sulit mengatur tabel, kekacauan pada olahan gambarnya (clipart)seperti sulitnya sent to back, sulitnya mengatur border.</i><br />
<b> Emang agan bisa bikin sebaik OO? Iya, OO tidak sempurna, MSO juga enggak. Mereka sempurna dalam hal mereka masing-masing. Seperti kata agan, ini masalah kefamiliaran.<br />
Agan familiar dengan MSOffice. Agan TIDAK familiar dengan OpenOffice. Lalu, karena tidak familiar, tiba-tiba si OpenOffice salah. Bisa banget kayak gitu.<br />
Pengalaman ane bikin laporan magang (waktu di SMK), ane seleai 3 minggu: 2 minggu nyusun data, 1 minggu bikin laporannya di OpenOffice. Temen-temen ane ada yang setengah tahun; 2 minggu nyusun data, sisanya cari tau gimana supaya gini-gitu di MSOffice 2007 (tabel, bullets, numbering segala. Padahal mereka jurusan TI lho).<br />
Ane tegaskan lagi: OpenOffice 100% dibangun dari niat baik dan ikhlas orang. Satu-satunya pendapatan mereka berupa sumbangan. Coba saja Microsoft berdiri dengan sumbangan saja, terus proprietary lagi, mau kemana mereka?</b></p>
<p><i>4. sulitnya administrasi manajemen file, mungkin karena biasa di ms. windows yang manajemen file nya tertata rapih sedangkan di linux, repot, bila menginstal sesuatu tidak tertuju pada satu tempat, di /opt lah di /bin lah dll yang bikin BT.</i><br />
<b>Sebenarnya ada tujuan dibalik ke-acak-acak-an ini: biar lebih optimal, dan lebih aman.<br />
Tau nggak kenapa Windows gampang banget di serang virus? Salah satu faktor besarnya karena tata sistemnya terlalu prediktabel.<br />
Lalu, buat apa juga masuk-masuk ke direktori sistem? Buat apa agan cari-cari filenya? Buat konfig, ada aja Configuration Editor kalo buat Debian, Ubuntu, dll. Umumnya juga di /etc/ ada file konfignya.</b></p>
<p><i>5. tidak baik dalam mendukung perangkat hardware, entah dikarenakan apa, bluetooth dan speakerku mendadak mati… padahal aku yakin bluetoothku masih idup tuh, terbukti dilinux juga terdeteksi tapi tidak bisa digunakan… sangat menjengkelkan!</i><br />
<b>Kayak Windows bisa lebih baik? Emang Windows bisa ngedetek apa? Ane perlu download driver sampai 200MB cuman supaya resolusi bagus, suara keluar sama VGA jalan.<br />
Lah di Linux? Gak ada driver, karena gak perlu driver! Ane selama penggunaan Linux, cuman perlu 2 driver paling banyak. Sekarang ane pake cuman 1: buat WLAN.<br />
Kalau dibandingkan sama kernel lain, Linux paling banyak dukungan hardwarenya dibanding kernel lain.</b></p>
<p><i>6. alokasi /administrasi file sampah yang tidak baik, entah kenapa setelah dibersihkan, tahu ga berapa file sampah yang ada ? 300 Mb lebih pada file level root dan 200Mb lebih pada level user biasa… hal ini sangat jarang ditemukan pada windows file sampah bisa membuat hardisk penuh (saya punya 80 GB), mungkin karena setiap dipake dibuat file cadangnya kali ya dilinux… tapi ini sangat membuat tidak nyaman.</i><i><br />
<b>Memang susahnya apa ngedelete? Ane di Windows running cuman 2 jam (sebelum BSOD), tiba-tiba muncul 8GB dari entah mana, padahal cuman main-main MSWord aja. =.=<br />
Di Linux, sistem manajemen perpaketan dirancang menurut keperluan user biasa. Kalo agan nggak mau pake cache, silahkan dimatiin fasilitasnya. Lagi-lagi malas.</b></p>
<p></i><i>7. Hasil tiruan dari OS yang lain, seperti yang kita tahu se-BAGUS apapun hasil TIRUAN, TIDAK AKAN BISA menyaingi yang asli…</i><br />
<b>Gila ya? Sistem penjendelaan X sudah muncul hampir 10 tahun sebelum Windows punya tampilan, Gan&#8230;<br />
Lagipula sapa yang niru siapa? KDe 4.x sudah 5 tahun memiliki taskbar yang serupa di Windows 7 sebelum W7 muncul.<br />
Hadeh, riset, gaaan&#8230; bikin malu ajaa&#8230;</b></p>
<p><i>8. pada setting jaringan juga sangat menyebalkan, bayangkan bila diwindows kita bisa mengatur jaringan (LAN dan wireless)dengan beberapa klik, nah di linux kita sampai repot, harus copot kabel jaringan lagi, harus seting-seting yang lain….pokoknya repot!</i><br />
<b>Gila lagii&#8230; pernah ngeliat nm-applet nggak? Kurang dari 5 klik, ane uda bisa konekin, itu gak pake DHCP malah.<br />
Copot-copot kabel jaringan? Agan aja kali yang pasrah, wong cuman 1 baris perintah aja uda beres&#8230;<br />
Lagian, emang Windows bisa pakai 20 DNS? Yang ane tahu cuman dua aja maksimal&#8230; &gt;_&gt;</b></p>
<p><i>9. ini yang lebih menjengkelkan, sharing file pada linux masih jauuuuuh dari windows, bikin BT!<br />
Gimana ini jadi salah Linux?</i><br />
<b>&#8216;Kan protokol-nya aja sudah beda, Gan&#8230; Linux antar Linux mah gampil, tinggal buka nautilus, klik jaringan, beres.<br />
Antar Windows sama Windows juga segampil itu juga &#8216;kan Gan? Tapi Windows sama Linux memang susah, Gan, wong sistemnya aja beda&#8230; ko&#8217; jadi salahnya Linux? Emang yang bikin SAMBA karyawan Windows ya?</b></p>
<p><i>10. ketinggalan teknologi, sebagai orang yang pernah belajar pemrograman, dukungan linux pada pemrograman sangat sedikit, seperti proyek dot net,dll</i><br />
<b>Iyalah .NET nggak bisa, itu aja punyanya M$, nggak boleh lah Gan&#8230; Tapi di Linux compiler-nya paling lengkap diantara OS lain&#8230; coba aja jalanin file python, bash, curl di Windows.. emang bisa? Lagipula implementasi .NET juga bisa dengan Mono&#8230; C#-nya Windows kalah beraat sama Vala..</b></p>
<p><i>11. instalasi yang tidak nyaman, kalau kita pake windows, instal program gampang tinggal klik-next-finish, tapi dilinux? repot,,pada saat instalasi harus download berbagai repository dan berbagai file .xml dan file-file tersebut tidak tersimpan pada linuxnya itu, alhasil kita diwajibkan DOWNLOAD dari server SETIAP INSTALASI program…. ribed banget…<br />
Lah? Emang wajib ya? Ya kalau nggak mau download, gak usah Gan.. ada skip-nya juga..<br />
Kalau masalah download dari server, itu buat keamanan, Gan. Virus di Windows nyebar 80% dari sumber yang nggak bisa dipercaya. Kalo di repo, mah gak perlu khawatir apa-apa. Sudah dijamin, kecuali agan nambah repo pihak ketiga, baru jaga-jaga..</p>
<p></i><i>hal yang menarik dari linux menurut saya cuma 1 : GRATISNYA! selebihnya….NOL BESAR!, walaupun begitu aku masih pakai linux karena belum bisa beli OS win original…<br />
sekian keluh kesah saya tentang linux, khususnya opensuse (yang katanya lebih mudah dan mirip windows) linux lain seperti fedora juga pernah kucoba dan langsung kuganti beberapa waktu setelah instalasi karena tidak familiar dan pengoperasian yang sulit….</i></p>
<p><b>Kata final ane: jangan samakan Windows dan Linux. Mereka berbeda. Mentang-mentang Linux gak bisa seperti Windows, lalu salahnya Linux. Padahal Windows juga gak bisa nyaingin fitur-fitur Linux.<br />
Agan terlalu berharap Linux sebagai pengganti Windows. Jangan. Linux itu alternatif Windows, bukan pengganti. Linux tidak diciptakan oleh Torvalds agar mirip dengan Windows, agar kompatibel dengan Windows. Dia menciptakan Linux sebagai lingkungan baru yang berbeda dengan Windows.</p>
<p>Linux is NOT Windows. &lt;= catat di kepala</p>
<p>Semua keluhan agan itu berkaitan dengan 1 hal: ketidak-familiar-an. Dan agan bersikeras bila Linux (openSUSE di kasus kita) gak mirip dengan Windows, berarti dia jauh lebih inferior daripada Windows. Tuduhan yang sangat kuat dan sangat salah.</p>
<p>Oh iya, satu lagi: jangan malas, Gan. Linux bukan buat orang malas migrasi.</b></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mas ganteng</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/11-salah-kaprah-umum-tentang-linux/comment-page-1/#comment-7984</link>
		<dc:creator>mas ganteng</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 07:58:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/12-salah-kaprah-umum-tentang-linux/#comment-7984</guid>
		<description>setelah saya melakukan migrasi dari xp (bajakan) ke linux (opensuse 11.3) ternyata kesimpulan akhir saya : LINUX TIDAK PROFESIONAL dalam menunjang kegiatan sehari-hari. berikut alasan saya

1. LINUX lebih cepat hang, bila dibandingkan dengan windows (walaupun bajakan), pada komputer saya dengan spek prosesor 1.86 dan ram 1 gb sampai saat ini masih sering hang pada waktu browsing, hal itu sangat mengganggu

2. error handle yang kurang memuaskan, seperti kita tahu, diwindows ada cara sakti bila keadaan komputer hang, yaitu dengan memakai ctrl+alt+del nah kalau dilinux, ya kalo udah hang ya harus RESTART...!

3. open office yang katanya (cuma katanya lho...) sebagai saingan ms.office ternyata hanya bualan, hal ini dikarenakan bukan pada masalah tidak familiarnya, sebagai contoh : walaupun file .docx bisa dibuka TAPI hasil nya sangat menjengkelkan, seperti tabel yang jadinya acak-acakan, sulit mengatur tabel, kekacauan pada olahan gambarnya (clipart)seperti sulitnya sent to back, sulitnya mengatur border.

4. sulitnya administrasi manajemen file, mungkin karena biasa di ms. windows yang manajemen file nya tertata rapih sedangkan di linux, repot, bila menginstal sesuatu tidak tertuju pada satu tempat, di /opt lah di /bin lah dll yang bikin BT.

5. tidak baik dalam mendukung perangkat hardware, entah dikarenakan apa, bluetooth dan speakerku mendadak mati... padahal aku yakin bluetoothku masih idup tuh, terbukti dilinux juga terdeteksi tapi tidak bisa digunakan... sangat menjengkelkan!

6. alokasi /administrasi file sampah yang tidak baik, entah kenapa setelah dibersihkan, tahu ga berapa file sampah yang ada ? 300 Mb lebih pada file level root dan 200Mb lebih pada level user biasa... hal ini sangat jarang ditemukan pada windows file sampah bisa membuat hardisk penuh (saya punya 80 GB), mungkin karena setiap dipake dibuat file cadangnya kali ya dilinux... tapi ini sangat membuat tidak nyaman.

7. Hasil tiruan dari OS yang lain, seperti yang kita tahu se-BAGUS apapun hasil TIRUAN, TIDAK AKAN BISA menyaingi yang asli...

8. pada setting jaringan juga sangat menyebalkan, bayangkan bila diwindows kita bisa mengatur jaringan (LAN dan wireless)dengan beberapa klik, nah di linux kita sampai repot, harus copot kabel jaringan lagi, harus seting-seting yang lain....pokoknya repot!

9. ini yang lebih menjengkelkan, sharing file pada linux masih jauuuuuh dari windows, bikin BT!

10. ketinggalan teknologi, sebagai orang yang pernah belajar pemrograman, dukungan linux pada pemrograman sangat sedikit, seperti proyek dot net,dll

11. instalasi yang tidak nyaman, kalau kita pake windows, instal program gampang tinggal klik-next-finish, tapi dilinux? repot,,pada saat instalasi harus download berbagai repository dan berbagai file .xml dan file-file tersebut tidak tersimpan pada linuxnya itu, alhasil kita diwajibkan DOWNLOAD dari server SETIAP INSTALASI program.... ribed banget...
 
hal yang menarik dari linux menurut saya cuma 1 : GRATISNYA! selebihnya....NOL BESAR!, walaupun begitu aku masih pakai linux karena belum bisa beli OS win original...
sekian keluh kesah saya tentang linux, khususnya opensuse (yang katanya lebih mudah dan mirip windows) linux lain seperti fedora juga pernah kucoba dan langsung kuganti beberapa waktu setelah instalasi karena tidak familiar dan pengoperasian yang sulit....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setelah saya melakukan migrasi dari xp (bajakan) ke linux (opensuse 11.3) ternyata kesimpulan akhir saya : LINUX TIDAK PROFESIONAL dalam menunjang kegiatan sehari-hari. berikut alasan saya</p>
<p>1. LINUX lebih cepat hang, bila dibandingkan dengan windows (walaupun bajakan), pada komputer saya dengan spek prosesor 1.86 dan ram 1 gb sampai saat ini masih sering hang pada waktu browsing, hal itu sangat mengganggu</p>
<p>2. error handle yang kurang memuaskan, seperti kita tahu, diwindows ada cara sakti bila keadaan komputer hang, yaitu dengan memakai ctrl+alt+del nah kalau dilinux, ya kalo udah hang ya harus RESTART&#8230;!</p>
<p>3. open office yang katanya (cuma katanya lho&#8230;) sebagai saingan ms.office ternyata hanya bualan, hal ini dikarenakan bukan pada masalah tidak familiarnya, sebagai contoh : walaupun file .docx bisa dibuka TAPI hasil nya sangat menjengkelkan, seperti tabel yang jadinya acak-acakan, sulit mengatur tabel, kekacauan pada olahan gambarnya (clipart)seperti sulitnya sent to back, sulitnya mengatur border.</p>
<p>4. sulitnya administrasi manajemen file, mungkin karena biasa di ms. windows yang manajemen file nya tertata rapih sedangkan di linux, repot, bila menginstal sesuatu tidak tertuju pada satu tempat, di /opt lah di /bin lah dll yang bikin BT.</p>
<p>5. tidak baik dalam mendukung perangkat hardware, entah dikarenakan apa, bluetooth dan speakerku mendadak mati&#8230; padahal aku yakin bluetoothku masih idup tuh, terbukti dilinux juga terdeteksi tapi tidak bisa digunakan&#8230; sangat menjengkelkan!</p>
<p>6. alokasi /administrasi file sampah yang tidak baik, entah kenapa setelah dibersihkan, tahu ga berapa file sampah yang ada ? 300 Mb lebih pada file level root dan 200Mb lebih pada level user biasa&#8230; hal ini sangat jarang ditemukan pada windows file sampah bisa membuat hardisk penuh (saya punya 80 GB), mungkin karena setiap dipake dibuat file cadangnya kali ya dilinux&#8230; tapi ini sangat membuat tidak nyaman.</p>
<p>7. Hasil tiruan dari OS yang lain, seperti yang kita tahu se-BAGUS apapun hasil TIRUAN, TIDAK AKAN BISA menyaingi yang asli&#8230;</p>
<p>8. pada setting jaringan juga sangat menyebalkan, bayangkan bila diwindows kita bisa mengatur jaringan (LAN dan wireless)dengan beberapa klik, nah di linux kita sampai repot, harus copot kabel jaringan lagi, harus seting-seting yang lain&#8230;.pokoknya repot!</p>
<p>9. ini yang lebih menjengkelkan, sharing file pada linux masih jauuuuuh dari windows, bikin BT!</p>
<p>10. ketinggalan teknologi, sebagai orang yang pernah belajar pemrograman, dukungan linux pada pemrograman sangat sedikit, seperti proyek dot net,dll</p>
<p>11. instalasi yang tidak nyaman, kalau kita pake windows, instal program gampang tinggal klik-next-finish, tapi dilinux? repot,,pada saat instalasi harus download berbagai repository dan berbagai file .xml dan file-file tersebut tidak tersimpan pada linuxnya itu, alhasil kita diwajibkan DOWNLOAD dari server SETIAP INSTALASI program&#8230;. ribed banget&#8230;</p>
<p>hal yang menarik dari linux menurut saya cuma 1 : GRATISNYA! selebihnya&#8230;.NOL BESAR!, walaupun begitu aku masih pakai linux karena belum bisa beli OS win original&#8230;<br />
sekian keluh kesah saya tentang linux, khususnya opensuse (yang katanya lebih mudah dan mirip windows) linux lain seperti fedora juga pernah kucoba dan langsung kuganti beberapa waktu setelah instalasi karena tidak familiar dan pengoperasian yang sulit&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kamaruddin</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/11-salah-kaprah-umum-tentang-linux/comment-page-1/#comment-3255</link>
		<dc:creator>kamaruddin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 03:15:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/12-salah-kaprah-umum-tentang-linux/#comment-3255</guid>
		<description>Jika anda membandingkan Slackware 12 dengan Windows XP sama dengan membandingkan OS yang berbeda 7 tahun!

Kecepatan instal sudah merupakan salah satu trademark Linux sejak lalu. &lt;strong&gt;Tapi bagaimana dengan user-friendly linux saat itu?&lt;/strong&gt; Menginstal saja pengguna harus tahu frekuensi horizontal/vertikal monitor, tty01, term2 teknis yang membingungkan. Sebuah mimpi buruk! Tapi komunitas linux berbenah diri, pengguna Windows-pun bosan dengan kerentanan dan celah keamanan yang terus menerus terjadi dan mencoba memakai linux. &lt;strong&gt;Sekarang ini pengguna menginstal linux SAMA MUDAHNYA dengan menginstal XP&lt;/strong&gt;. Jika ksesulitan, itu cuma masalah kebiasaan.

Diakui atau tidak, linux sudah menggerogoti pasaran desktop. Sebuah CD Ubuntu sudah dipaketkan dengan berbagai software gratis dan lengkap. Sebuah hal yang tidak akan didapatkan di Windows, at least sampai saat ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda membandingkan Slackware 12 dengan Windows XP sama dengan membandingkan OS yang berbeda 7 tahun!</p>
<p>Kecepatan instal sudah merupakan salah satu trademark Linux sejak lalu. <strong>Tapi bagaimana dengan user-friendly linux saat itu?</strong> Menginstal saja pengguna harus tahu frekuensi horizontal/vertikal monitor, tty01, term2 teknis yang membingungkan. Sebuah mimpi buruk! Tapi komunitas linux berbenah diri, pengguna Windows-pun bosan dengan kerentanan dan celah keamanan yang terus menerus terjadi dan mencoba memakai linux. <strong>Sekarang ini pengguna menginstal linux SAMA MUDAHNYA dengan menginstal XP</strong>. Jika ksesulitan, itu cuma masalah kebiasaan.</p>
<p>Diakui atau tidak, linux sudah menggerogoti pasaran desktop. Sebuah CD Ubuntu sudah dipaketkan dengan berbagai software gratis dan lengkap. Sebuah hal yang tidak akan didapatkan di Windows, at least sampai saat ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arif</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/11-salah-kaprah-umum-tentang-linux/comment-page-1/#comment-3242</link>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 09:16:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/12-salah-kaprah-umum-tentang-linux/#comment-3242</guid>
		<description>Saya kurang sreg dengan pernyataan anda: &quot;Menginstal linux saat ini juga semudah menginstal sistem operasi Windows&quot; kayaknya sekarang menginstall Windows lebih sulit daripada menginstall Linux. coba install XP dengan install Slackware 12 XP butuh setidaknya 2.5 x lebih lama dari instalasi Linux, itu pun belum termasuk driver2 dari untuk mobo dsb...:-P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kurang sreg dengan pernyataan anda: &#8220;Menginstal linux saat ini juga semudah menginstal sistem operasi Windows&#8221; kayaknya sekarang menginstall Windows lebih sulit daripada menginstall Linux. coba install XP dengan install Slackware 12 XP butuh setidaknya 2.5 x lebih lama dari instalasi Linux, itu pun belum termasuk driver2 dari untuk mobo dsb&#8230;:-P</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memakai Linux harusnya tidak Sulit lagi - Dani Iswara .Net</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/11-salah-kaprah-umum-tentang-linux/comment-page-1/#comment-2624</link>
		<dc:creator>Memakai Linux harusnya tidak Sulit lagi - Dani Iswara .Net</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 04:21:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/12-salah-kaprah-umum-tentang-linux/#comment-2624</guid>
		<description>[...] Tulisan senada lainnya di 11 Salah Kaprah Umum tentang Linux: [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Tulisan senada lainnya di 11 Salah Kaprah Umum tentang Linux: [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dani</title>
		<link>http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/11-salah-kaprah-umum-tentang-linux/comment-page-1/#comment-2484</link>
		<dc:creator>dani</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 14:31:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamaruddin.jajanmedan.com/2008/07/02/12-salah-kaprah-umum-tentang-linux/#comment-2484</guid>
		<description>skrg malah ada temen yg bilang:&quot;ini linux beneran ato windows?&quot;
atau &quot;kok kayak mac osx?&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>skrg malah ada temen yg bilang:&#8221;ini linux beneran ato windows?&#8221;<br />
atau &#8220;kok kayak mac osx?&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

