Medanese IT Geek, movie lover and (mostly) law-abiding citizen. Dreaming of cheap and easy access to ICT, healthcare and education in Indonesia.

Search:


02/07/2008

11 Salah Kaprah Umum Tentang Linux

Category: Indonesian,Opensource,Ubuntu — kamaruddin @ 12:36 pm

Tux the Penguin - Taken from WikipediaLinux pada awalnya memang tidak begitu bersahabat dengan pemakai biasa. Pengoperasiannya sulit, susah dikonfigurasi, GUI yang jelek, aplikasinya terbatas dan harus menghafal perintah. Hanya orang “sakti” yang menggunakan linux. Kini semua itu adalah masa lalu linux.

Saat ini pernyataan tersebut tidak terbukti lagi. Linux tidak sesulit, seseram, sejelek yang dipikirkan sebelumnya. Berikut adalah salah kaprah umum tentang linux yang berasal dari komentar atau pertanyaan yang saya alami sendiri sewaktu mengajak orang lain mencoba linux.

1. Linux Membingungkan
“Saya tidak tahu memilih linux yang mana, linux itu banyak sekali. Kenapa linux itu tidak cuma satu saja…”

Mungkin yang anda maksud adalah distribusi linux (distro). Distro adalah sebuah paket sistem operasi yang berisikan kernel linux dan aplikasinya. Ibaratkan kernel linux sebagai mesin dan kerangka dasar mobil. Distro diibaratkan mobil yang sudah jadi. Produsen mobil (distro) mengambil rancang awal mesin dan kerangka dasar (kernel) lalu mengembangkan dan menyempurnakannya sesuai karakteristik sendiri. Hasil akhirnya jadilah mobil yang nyaman, aman, dan berkelas seperti Toyota, Ford, Honda dll.

Nah, anda suka “mobil” (distro) yang mana? Yang gesit, yang asesorisnya banyak, yang modelnya bagus atau yang paling mudah? Coba “test-drive” dan dengarkan referensi media atau teman sebelum menjatuhkan pilihan. Tentu tidak menyenangkan bukan jika hanya bisa memilih 1 produk dari produsen tunggal.

2. Linux Tidak Gratis!
“Ada beberapa distro yang menetapkan harga. Bukannya linux gratis?”

“Free” dalam linux memiliki 2 arti yaitu Bebas dan Gratis. Anda *Bebas* memodifikasi dan menggandakan. Anda *Gratis* memperoleh source codenya. Tapi tidak berarti semuanya gratis seperti gratis mendapatkan CD/DVD, gratis mendapatkan buku, gratis mendapatkan dukungan teknis dari produsen. Walaupun ada distro yang memberikan CD gratis seperti Ubuntu tetapi umumnya produsen tidak memberi dukungan teknis langsung.

Harga yang ditetapkan produsen distro tertentu biasanya condong ke biaya support (dukungan teknis). Dengan membayar anda bisa mendapatkan prioritas layanan dengan dukungan teknis professional dan update terbaru yang cepat dari produsen.

3. Dukungan Teknisnya Mana?
“Saya tidak mau memakai linux karena tidak ada dukungan teknis…”

Ada alternatif dari dukungan teknis produsen yang berbayar yaitu dukungan komunitas. Biasanya dukungan komunitas berbentuk forum di web atau mailing list. Dukungan seperti ini tidak kalah dengan dukungan teknis produsen karena komunitas saling bahu membahu menyelesaikan masalah. Bayangkan ribuan “teknisi gratis” yang siap membantu kapan saja. Sebagian malah lebih suka dengan dukungan komunitas seperti ini karena komunitas biasanya tidak memihak dan lebih jujur. Gerakan opensource terbukti mengembangkan semangat ini.

4. Sulit Mencari Makan di Linux
“Semuanya harus serba terbuka dan gratis lalu bagaimana mendapatkan uang dari situ?”

Model bisnis di lingkungan linux dengan gerakan opensource (yang mendasari pengembangan linux) memang berbeda dengan bisnis perusahaan pada umumnya. Perusahaan yang berkecimpung di dunia ini tidak menjual produk tetapi menjual jasa/layanan teknis, pelatihan, sertifikasi dan konsultasi.

Bila anda mempunyai ide proyek atau menciptakan sesuatu yang bermanfaat di linux, anda tidak akan bekerja sendiri tapi dibantu oleh sejumlah orang (bahkan pakar di bidangnya). Kucuran dana dari pemerintah bahkan dari organisasipun bisa didapat. Paling “sial” pun, anda direkrut perusahaan yang berkecimpung di dunia linux.

5. Linux hanya dipakai sedikit orang
“Saya malas memakai linux karena hanya dipakai segelintir orang…”

X-Window. Masa awal GUI di linux. Jelek dan UI tidak konsisten - Taken from Wikipedia Sampai saat ini linux memang lebih sedikit penggunanya dibandingkan dengan sistem operasi Windows. Linux Counter (http://counter.li.org) memprediksikan hanya sekitar 29 juta orang menggunakan linux.

Biaya pemasaran linux yang tidak besar, penyebaran FUD (Fear Uncertainty Doubt) terhadap linux, dan trauma akan buruknya masa lalu linux di komputer pengguna biasa (kurang cocok dan rumit) adalah penyebab besar lambatnya perkembangan pengguna linux.

Namun demikian pengguna linux semakin bertambah sejalan waktu karena berbagai hal seperti pengoperasiannya yang semakin mudah, keunggulannya, fleksibilitasnya, takut sweeping, tidak mau dipusingkan biaya lisensi, kesadaran untuk tidak membajak, dan lain-lain.

6. Gratis == Jelek!
“Sesuatu yang gratis biasanya jelek dan pasti ada maksud tersembunyi di belakangnya…”

Linux tidak akan dikembangkan sampai saat ini jika memang produk jelek dengan maksud tersembunyi di belakangnya. Sifatnya yang opensource memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk melihat ke dalamnya. Ketidakberesan akan segera terungkap dan diperbaiki segera.

“Jika linux adalah produk yang bagus dan matang kenapa tidak mengkomersialkannya? Mengapa ada orang “gila” yang mau mengembangkan linux dengan susah payah dan memberikan secara gratis?” Jawabannya sama dengan pertanyaan “Mengapa ada orang “bodoh” yang memberikan sebagian atau semua kekayaannya untuk mendirikan yayasan amal.”

Baiklah jika anda masih tidak percaya. Web server Apache, web browser Firefox, bahasa PHP adalah contoh kecil dari apa yang dihasilkan oleh komunitas opensource dan diberikan gratis. Secara tidak langsung kita telah memakai produk gratisan tersebut.

7. Linux itu Sulit!
“Hanya orang sakti saja yang menggunakan linux…”

Xfce screenshot - Taken from WikipediaSaat ini linux sudah jauh lebih mudah dibandingkan dahulu. Semua kebutuhan sudah bisa dipenuhi dengan sekedar klik mouse. Anda bahkan bisa mengatur agar tampilan linux mirip dengan Windows atau Mac OS.

Menginstal linux saat ini juga semudah menginstal sistem operasi Windows. Hampir semua distro sudah menggunakan GUI (Graphical User Interface) dengan pertanyaan dasar yang cukup singkat dan diperlukan saja. Instalasi linux zaman doeloe yang ribet dengan mengharuskan anda tahu frekuensi vertikal/horizontal monitor sudah tidak ditemukan lagi.

Penyebab terkuat mengapa seseorang tidak ingin menggunakan linux dengan alasan sulit adalah resistensi atau penolakan. Menolak untuk belajar hal baru karena sudah mapan dan puas dengan yang sudah ada. Sikap ini membuat seseorang sulit berkembang. Negara berkembang dan maju seperti Vietnam, Nigeria dan Jepang sudah menggunakan linux untuk meringankan beban anggaran belanja negara dan menambah maju bidang pendidikan IT.

Saya pernah berdiskusi dengan beberapa IT manager dan rekan kerja seprofesi, ketika ditanya alasan kenapa tidak memakai sistem linux adalah mereka malas belajar dari awal. Bahkan terlalu malas untuk sekedar mencoba di salah satu desktop/server kantor. “Untuk apa saya memakai linux, produk Microsoft sudah begitu bagus dengan harga cuma Rp 30.000,- saja”. Jika ditanya soal sweeping dan HAKI, jawaban mereka cenderung sama bahwa “Itu urusan belakang. Lihat saja nanti…”

8. Linux Adalah Sistem Operasi Dengan Baris Perintah
“Mengoperasikan komputer dengan linux harus hafal perintahnya…”

Pengoperasian dan administrasi sistem operasi linux sudah menggunakan mouse melalui GUI. Jika sebelumnya GUInya sangat jelek, sekarang ini berbagai desktop environment seperti GNOME, KDE, Xfce membuat anda betah berlama-lama. Dengan kebutuhan hardware yang minim, anda sudah bisa menikmati desktop 3D yang menakjubkan. Anda hanya perlu terjun dengan Command Line Interface (CLI) untuk fleksibilitas dan bila diperlukan saja. Misalnya perintah tidak tersedia di GUI atau pengaturan/pemrograman script.

Bagi yang pernah mencicipi atau melalui era DOS, anda juga disuguhi CLI untuk mengoperasikannya tanpa fasilitas multitasking dan multiuser sama sekali. Jika anda terbiasa dengan menghafal perintah DOS tentu tidak mengherankan bila anda harus sedikit menghafal perintah dalam pengoperasian linux.

Veteran UNIX/Linux lebih suka di CLI dengan alasan kebiasaan, kecepatan dan kontrol lebih baik daripada di GUI.

9. Aplikasi Linux Terbatas
“Linux memang bagus tetapi aplikasinya hanya sedikit…”

Jika yang anda maksudkan adalah game terbaru atau game 3D memang benar, game di Linux memang sedikit sekali. Produsen game besar tidak membuat game mereka untuk dijalankan di linux karena alasan bisnis (pangsa pasar kecil). Tapi jika yang anda maksud aplikasi lainnya, anda salah besar! Terdapat puluhan ribu aplikasi yang siap download dan dimanfaatkan dalam linux. Cobalah ke situs web distro yang dipakai atau Sourceforge.net untuk melihat-lihat paket aplikasi yang ada. Untuk distro Ubuntu saja terdapat sekitar 14.000 paket software yang bisa anda pilih.

10. Harus Update Linux Demi Hardware
“Setiap hardware baru tidak terdeteksi, saya harus mengupdate ke linux versi terbaru…”

Hardware yang anda punya sekarang tidak terdeteksi oleh distro yang dipakai maka di versi berikutnya hardware akan terdeteksi otomatis walaupun anda harus terpaksa menginstal ulang dengan distro terbaru.

Sebenarnya hal di atas bisa diselesaikan bila hardware tersebut menyediakan driver untuk linux. Cukup install driver dan sistem operasi akan mengenalinya. Pemasalahan besarnya, produsen hardware cenderung tidak (mau) menulis driver untuk linux (lagi-lagi alasan bisnis). Jika di situs web produsen tidak ada maka anda terpaksa harus menggunakan driver alternatif (jika ada) atau menunggu programmer “gila” di dunia opensource yang mau mendedikasikan waktunya menulis dari nol driver yang sesuai dengan hardware anda.

Linux juga tidak menyukai hardware yang bekerja “setengah-setengah” misalnya Winmodem/Softmodem atau Winprinter. Hardware ini beroperasi dengan mengoperkan sebagian besar proses kerja ke CPU sehingga membebani sistem. Adapun alasan dibuat hardware “setengah-setengah” ini agar biaya produksi bisa lebih murah. Oleh karena itu sebelum membeli hardware baru, perhatikan apakah hardware tersebut juga “linux ready” dengan menyediakan driver linux.

11. Linux Adalah Sistem Operasi Server
“Linux hanya cocok sebagai server, bukan yang lain….”

Sama seperti produk Microsoft yang menyediakan sistem operasi untuk desktop dan server, linux juga demikian adanya. Sebagai sistem operasi server, linux sudah tidak diragukan lagi kehandalannya. Sebuah server linux yang tidak pernah di reboot dalam 6-12 bulan adalah hal yang biasa. Tapi bukan berarti bahwa linux tidak leluasa dipakai untuk pekerjaan sehari-hari, multimedia dan bermain.

Distro modern untuk desktop pada saat ini sudah memaketkan games, pemutar multimedia dan software perkantoran di dalamnya. Jika dirasa kurang banyak dan sesuai, anda bisa mendownloadnya sendiri atau membeli DVD repository yang harganya relatif murah. Bahkan untuk pekerjaan spesifik seperti pengolahan multimedia anda bisa memilih distro yang khusus untuk itu seperti Ubuntu Studio.

Linux juga berperan sebagai sistem operasi dalam peralatan mobile, ponsel, router jaringan. Bahkan berperan menciptakan efek khusus film Hollywood.


Baca juga:

1. Leader of the Free World
2. DistroWatch
3. Linux With Laptops, Notebooks, PDAs, Mobile Phones, PMPs & GPS
4. Linux Movies Group
5. Top 25 Linux Games
6. Ubuntu Linux: Linux untuk Umat Manusia
7. Desktop 3D Show-off
8. Ubuntu Gutsy Gibbon: Lebih Mudah, Cantik dan Aman


Tags:

• • •

8 Comments »

  1. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.1 on Fedora Linux Fedora Linux

    skrg malah ada temen yg bilang:”ini linux beneran ato windows?”
    atau “kok kayak mac osx?”

    Comment by dani — 06/08/2008 @ 9:31 pm
  2. Using WordPress WordPress 2.6.1

    [...] Tulisan senada lainnya di 11 Salah Kaprah Umum tentang Linux: [...]

    Pingback by Memakai Linux harusnya tidak Sulit lagi - Dani Iswara .Net — 24/08/2008 @ 11:21 am
  3. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows Windows XP

    Saya kurang sreg dengan pernyataan anda: “Menginstal linux saat ini juga semudah menginstal sistem operasi Windows” kayaknya sekarang menginstall Windows lebih sulit daripada menginstall Linux. coba install XP dengan install Slackware 12 XP butuh setidaknya 2.5 x lebih lama dari instalasi Linux, itu pun belum termasuk driver2 dari untuk mobo dsb…:-P

    Comment by Arif — 05/02/2009 @ 4:16 pm
  4. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.6 on Windows Windows 98

    Jika anda membandingkan Slackware 12 dengan Windows XP sama dengan membandingkan OS yang berbeda 7 tahun!

    Kecepatan instal sudah merupakan salah satu trademark Linux sejak lalu. Tapi bagaimana dengan user-friendly linux saat itu? Menginstal saja pengguna harus tahu frekuensi horizontal/vertikal monitor, tty01, term2 teknis yang membingungkan. Sebuah mimpi buruk! Tapi komunitas linux berbenah diri, pengguna Windows-pun bosan dengan kerentanan dan celah keamanan yang terus menerus terjadi dan mencoba memakai linux. Sekarang ini pengguna menginstal linux SAMA MUDAHNYA dengan menginstal XP. Jika ksesulitan, itu cuma masalah kebiasaan.

    Diakui atau tidak, linux sudah menggerogoti pasaran desktop. Sebuah CD Ubuntu sudah dipaketkan dengan berbagai software gratis dan lengkap. Sebuah hal yang tidak akan didapatkan di Windows, at least sampai saat ini

    Comment by kamaruddin — 07/02/2009 @ 10:15 am
  5. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.6.6 on SuSE Linux SuSE Linux

    setelah saya melakukan migrasi dari xp (bajakan) ke linux (opensuse 11.3) ternyata kesimpulan akhir saya : LINUX TIDAK PROFESIONAL dalam menunjang kegiatan sehari-hari. berikut alasan saya

    1. LINUX lebih cepat hang, bila dibandingkan dengan windows (walaupun bajakan), pada komputer saya dengan spek prosesor 1.86 dan ram 1 gb sampai saat ini masih sering hang pada waktu browsing, hal itu sangat mengganggu

    2. error handle yang kurang memuaskan, seperti kita tahu, diwindows ada cara sakti bila keadaan komputer hang, yaitu dengan memakai ctrl+alt+del nah kalau dilinux, ya kalo udah hang ya harus RESTART…!

    3. open office yang katanya (cuma katanya lho…) sebagai saingan ms.office ternyata hanya bualan, hal ini dikarenakan bukan pada masalah tidak familiarnya, sebagai contoh : walaupun file .docx bisa dibuka TAPI hasil nya sangat menjengkelkan, seperti tabel yang jadinya acak-acakan, sulit mengatur tabel, kekacauan pada olahan gambarnya (clipart)seperti sulitnya sent to back, sulitnya mengatur border.

    4. sulitnya administrasi manajemen file, mungkin karena biasa di ms. windows yang manajemen file nya tertata rapih sedangkan di linux, repot, bila menginstal sesuatu tidak tertuju pada satu tempat, di /opt lah di /bin lah dll yang bikin BT.

    5. tidak baik dalam mendukung perangkat hardware, entah dikarenakan apa, bluetooth dan speakerku mendadak mati… padahal aku yakin bluetoothku masih idup tuh, terbukti dilinux juga terdeteksi tapi tidak bisa digunakan… sangat menjengkelkan!

    6. alokasi /administrasi file sampah yang tidak baik, entah kenapa setelah dibersihkan, tahu ga berapa file sampah yang ada ? 300 Mb lebih pada file level root dan 200Mb lebih pada level user biasa… hal ini sangat jarang ditemukan pada windows file sampah bisa membuat hardisk penuh (saya punya 80 GB), mungkin karena setiap dipake dibuat file cadangnya kali ya dilinux… tapi ini sangat membuat tidak nyaman.

    7. Hasil tiruan dari OS yang lain, seperti yang kita tahu se-BAGUS apapun hasil TIRUAN, TIDAK AKAN BISA menyaingi yang asli…

    8. pada setting jaringan juga sangat menyebalkan, bayangkan bila diwindows kita bisa mengatur jaringan (LAN dan wireless)dengan beberapa klik, nah di linux kita sampai repot, harus copot kabel jaringan lagi, harus seting-seting yang lain….pokoknya repot!

    9. ini yang lebih menjengkelkan, sharing file pada linux masih jauuuuuh dari windows, bikin BT!

    10. ketinggalan teknologi, sebagai orang yang pernah belajar pemrograman, dukungan linux pada pemrograman sangat sedikit, seperti proyek dot net,dll

    11. instalasi yang tidak nyaman, kalau kita pake windows, instal program gampang tinggal klik-next-finish, tapi dilinux? repot,,pada saat instalasi harus download berbagai repository dan berbagai file .xml dan file-file tersebut tidak tersimpan pada linuxnya itu, alhasil kita diwajibkan DOWNLOAD dari server SETIAP INSTALASI program…. ribed banget…

    hal yang menarik dari linux menurut saya cuma 1 : GRATISNYA! selebihnya….NOL BESAR!, walaupun begitu aku masih pakai linux karena belum bisa beli OS win original…
    sekian keluh kesah saya tentang linux, khususnya opensuse (yang katanya lebih mudah dan mirip windows) linux lain seperti fedora juga pernah kucoba dan langsung kuganti beberapa waktu setelah instalasi karena tidak familiar dan pengoperasian yang sulit….

    Comment by mas ganteng — 08/02/2011 @ 2:58 pm
  6. Using Google Chrome Google Chrome 13.0.782.32 on Ubuntu Linux Ubuntu Linux

    Bwah, ada orang males, nih.. :P

    setelah saya melakukan migrasi dari xp (bajakan) ke linux (opensuse 11.3) ternyata kesimpulan akhir saya : LINUX TIDAK PROFESIONAL dalam menunjang kegiatan sehari-hari. berikut alasan saya

    1. LINUX lebih cepat hang, bila dibandingkan dengan windows (walaupun bajakan), pada komputer saya dengan spek prosesor 1.86 dan ram 1 gb sampai saat ini masih sering hang pada waktu browsing, hal itu sangat mengganggu.
    Kalau memang sering hang, kenapa gak laporin bug? Emang kalau dikritik, tapi nggak diapa-apain, bakal berubah? Kontribusi, dong, Gan. Kebanyakan distro Linux dibangun atas dasar ingin menciptakan lingkungan komputerisasi yang terbaik, bukan menciptakan uang buat makan seperti di Microsoft atau Apple.
    Pengalaman ane pake Linux, ia sangat kokoh. Sebenarnya yang bikin hang itu bukan Linux, tapi aplikasinya. Kalau aplikasinya bikin hang, hapus, dan gak bakalan hang lagi.

    2. error handle yang kurang memuaskan, seperti kita tahu, diwindows ada cara sakti bila keadaan komputer hang, yaitu dengan memakai ctrl+alt+del nah kalau dilinux, ya kalo udah hang ya harus RESTART…!
    Ini orang niat belajar gak sih? =.= Yya, Linux jangan dibedakan sama Windows, dong. Mentang-mentang Ctrl+Alt+Del sakti di Windows, tiba-tiba sakti dimana aja?
    Ane kalau hang, tinggal Ctrl+Spasi, “compiz –replace”, dum! Refresh instan.
    Lagipula “cara sakti” Windows gak terlalu efektif. Ketergantungan orang sama Ctrl+Alt+Del kegedean. Mereka pikirnya, “wah, hang. Ctrl+Alt+Del aja deh.” Sebenarnya itu yang bikin BSOD: kemalasan orang buat mencari jalan keluar.

    3. open office yang katanya (cuma katanya lho…) sebagai saingan ms.office ternyata hanya bualan, hal ini dikarenakan bukan pada masalah tidak familiarnya, sebagai contoh : walaupun file .docx bisa dibuka TAPI hasil nya sangat menjengkelkan, seperti tabel yang jadinya acak-acakan, sulit mengatur tabel, kekacauan pada olahan gambarnya (clipart)seperti sulitnya sent to back, sulitnya mengatur border.
    Emang agan bisa bikin sebaik OO? Iya, OO tidak sempurna, MSO juga enggak. Mereka sempurna dalam hal mereka masing-masing. Seperti kata agan, ini masalah kefamiliaran.
    Agan familiar dengan MSOffice. Agan TIDAK familiar dengan OpenOffice. Lalu, karena tidak familiar, tiba-tiba si OpenOffice salah. Bisa banget kayak gitu.
    Pengalaman ane bikin laporan magang (waktu di SMK), ane seleai 3 minggu: 2 minggu nyusun data, 1 minggu bikin laporannya di OpenOffice. Temen-temen ane ada yang setengah tahun; 2 minggu nyusun data, sisanya cari tau gimana supaya gini-gitu di MSOffice 2007 (tabel, bullets, numbering segala. Padahal mereka jurusan TI lho).
    Ane tegaskan lagi: OpenOffice 100% dibangun dari niat baik dan ikhlas orang. Satu-satunya pendapatan mereka berupa sumbangan. Coba saja Microsoft berdiri dengan sumbangan saja, terus proprietary lagi, mau kemana mereka?

    4. sulitnya administrasi manajemen file, mungkin karena biasa di ms. windows yang manajemen file nya tertata rapih sedangkan di linux, repot, bila menginstal sesuatu tidak tertuju pada satu tempat, di /opt lah di /bin lah dll yang bikin BT.
    Sebenarnya ada tujuan dibalik ke-acak-acak-an ini: biar lebih optimal, dan lebih aman.
    Tau nggak kenapa Windows gampang banget di serang virus? Salah satu faktor besarnya karena tata sistemnya terlalu prediktabel.
    Lalu, buat apa juga masuk-masuk ke direktori sistem? Buat apa agan cari-cari filenya? Buat konfig, ada aja Configuration Editor kalo buat Debian, Ubuntu, dll. Umumnya juga di /etc/ ada file konfignya.

    5. tidak baik dalam mendukung perangkat hardware, entah dikarenakan apa, bluetooth dan speakerku mendadak mati… padahal aku yakin bluetoothku masih idup tuh, terbukti dilinux juga terdeteksi tapi tidak bisa digunakan… sangat menjengkelkan!
    Kayak Windows bisa lebih baik? Emang Windows bisa ngedetek apa? Ane perlu download driver sampai 200MB cuman supaya resolusi bagus, suara keluar sama VGA jalan.
    Lah di Linux? Gak ada driver, karena gak perlu driver! Ane selama penggunaan Linux, cuman perlu 2 driver paling banyak. Sekarang ane pake cuman 1: buat WLAN.
    Kalau dibandingkan sama kernel lain, Linux paling banyak dukungan hardwarenya dibanding kernel lain.

    6. alokasi /administrasi file sampah yang tidak baik, entah kenapa setelah dibersihkan, tahu ga berapa file sampah yang ada ? 300 Mb lebih pada file level root dan 200Mb lebih pada level user biasa… hal ini sangat jarang ditemukan pada windows file sampah bisa membuat hardisk penuh (saya punya 80 GB), mungkin karena setiap dipake dibuat file cadangnya kali ya dilinux… tapi ini sangat membuat tidak nyaman.
    Memang susahnya apa ngedelete? Ane di Windows running cuman 2 jam (sebelum BSOD), tiba-tiba muncul 8GB dari entah mana, padahal cuman main-main MSWord aja. =.=
    Di Linux, sistem manajemen perpaketan dirancang menurut keperluan user biasa. Kalo agan nggak mau pake cache, silahkan dimatiin fasilitasnya. Lagi-lagi malas.

    7. Hasil tiruan dari OS yang lain, seperti yang kita tahu se-BAGUS apapun hasil TIRUAN, TIDAK AKAN BISA menyaingi yang asli…
    Gila ya? Sistem penjendelaan X sudah muncul hampir 10 tahun sebelum Windows punya tampilan, Gan…
    Lagipula sapa yang niru siapa? KDe 4.x sudah 5 tahun memiliki taskbar yang serupa di Windows 7 sebelum W7 muncul.
    Hadeh, riset, gaaan… bikin malu ajaa…

    8. pada setting jaringan juga sangat menyebalkan, bayangkan bila diwindows kita bisa mengatur jaringan (LAN dan wireless)dengan beberapa klik, nah di linux kita sampai repot, harus copot kabel jaringan lagi, harus seting-seting yang lain….pokoknya repot!
    Gila lagii… pernah ngeliat nm-applet nggak? Kurang dari 5 klik, ane uda bisa konekin, itu gak pake DHCP malah.
    Copot-copot kabel jaringan? Agan aja kali yang pasrah, wong cuman 1 baris perintah aja uda beres…
    Lagian, emang Windows bisa pakai 20 DNS? Yang ane tahu cuman dua aja maksimal… >_>

    9. ini yang lebih menjengkelkan, sharing file pada linux masih jauuuuuh dari windows, bikin BT!
    Gimana ini jadi salah Linux?

    ‘Kan protokol-nya aja sudah beda, Gan… Linux antar Linux mah gampil, tinggal buka nautilus, klik jaringan, beres.
    Antar Windows sama Windows juga segampil itu juga ‘kan Gan? Tapi Windows sama Linux memang susah, Gan, wong sistemnya aja beda… ko’ jadi salahnya Linux? Emang yang bikin SAMBA karyawan Windows ya?

    10. ketinggalan teknologi, sebagai orang yang pernah belajar pemrograman, dukungan linux pada pemrograman sangat sedikit, seperti proyek dot net,dll
    Iyalah .NET nggak bisa, itu aja punyanya M$, nggak boleh lah Gan… Tapi di Linux compiler-nya paling lengkap diantara OS lain… coba aja jalanin file python, bash, curl di Windows.. emang bisa? Lagipula implementasi .NET juga bisa dengan Mono… C#-nya Windows kalah beraat sama Vala..

    11. instalasi yang tidak nyaman, kalau kita pake windows, instal program gampang tinggal klik-next-finish, tapi dilinux? repot,,pada saat instalasi harus download berbagai repository dan berbagai file .xml dan file-file tersebut tidak tersimpan pada linuxnya itu, alhasil kita diwajibkan DOWNLOAD dari server SETIAP INSTALASI program…. ribed banget…
    Lah? Emang wajib ya? Ya kalau nggak mau download, gak usah Gan.. ada skip-nya juga..
    Kalau masalah download dari server, itu buat keamanan, Gan. Virus di Windows nyebar 80% dari sumber yang nggak bisa dipercaya. Kalo di repo, mah gak perlu khawatir apa-apa. Sudah dijamin, kecuali agan nambah repo pihak ketiga, baru jaga-jaga..

    hal yang menarik dari linux menurut saya cuma 1 : GRATISNYA! selebihnya….NOL BESAR!, walaupun begitu aku masih pakai linux karena belum bisa beli OS win original…
    sekian keluh kesah saya tentang linux, khususnya opensuse (yang katanya lebih mudah dan mirip windows) linux lain seperti fedora juga pernah kucoba dan langsung kuganti beberapa waktu setelah instalasi karena tidak familiar dan pengoperasian yang sulit….

    Kata final ane: jangan samakan Windows dan Linux. Mereka berbeda. Mentang-mentang Linux gak bisa seperti Windows, lalu salahnya Linux. Padahal Windows juga gak bisa nyaingin fitur-fitur Linux.
    Agan terlalu berharap Linux sebagai pengganti Windows. Jangan. Linux itu alternatif Windows, bukan pengganti. Linux tidak diciptakan oleh Torvalds agar mirip dengan Windows, agar kompatibel dengan Windows. Dia menciptakan Linux sebagai lingkungan baru yang berbeda dengan Windows.

    Linux is NOT Windows. <= catat di kepala

    Semua keluhan agan itu berkaitan dengan 1 hal: ketidak-familiar-an. Dan agan bersikeras bila Linux (openSUSE di kasus kita) gak mirip dengan Windows, berarti dia jauh lebih inferior daripada Windows. Tuduhan yang sangat kuat dan sangat salah.

    Oh iya, satu lagi: jangan malas, Gan. Linux bukan buat orang malas migrasi.

    Comment by adeklipse — 24/06/2011 @ 9:12 pm
  7. Using Google Chrome Google Chrome 14.0.835.186 on Linux Linux

    @adeklipse: Agan terlalu kasar. Namanya juga masih terkotaki sama windows.
    Di kantor ane, yang notabene sekolah, hampir semua pakai Linux. Dari Lab sampai komputer2 staff. hanya beberapa aja yang masih windows itu pun karena tergantung pada aplikasi grafis ataupun keuangan.
    Kalau saya sih enteng, sistem tetap Linux (toh aplikasi juga banyak), kalaupun perlu aplikasi windows bisa pakai wine ataupun sekalian aja divirtualisasi pakai virtualbox. Kalau itu aplikasi dipakai rame-rame, ane pakai rdesktop ke server WinXP.
    Implementasi mudah, tidak ada yang protes, maintenance mudah. User ane sendiri yang mengaku mereka lebih senang pakai Linux, lebih tenang KARENA GAK ADA VIRUS YANG MENGGILA MACAM DI WINDOWS.

    Comment by myitanium — 05/10/2011 @ 1:02 pm
  8. Using Google Chrome Google Chrome 31.0.1650.63 on Windows Windows 7

    Linux hanya untuk orang banyak duit dan banyak kuota internet

    Kenapa….proses installasi yang menggunakan apt-get (debian dan varian nya) yum(redhat) dan lain nya..itu sangat menyebalkan di daerah dengan internet lambat.

    selain itu namanya gratis harap di maklumi..

    Saran saya buat linux STOP bikin distro..mending ngembangin softwere yang flexible kaya di windows…

    Oke saya pake linux cuma untuk server..sehari hari pake windows.. Linux dan windows sama sama kita butuhkan karena plus minus nya sangat jauh..windows untuk server kurang enak..linux cocok buat server..sedangkan buat sehari hari windows rajanya . linux sedikit ribet atau sangat ribet bagi newbie

    Comment by lidien — 11/11/2014 @ 1:58 pm

Comments RSSTrackBack URI

Leave a comment

Using modified "Sitepoint-like" Theme. kamaruddin [-at-] gmail *dot* com