Medanese IT Geek, movie lover and (mostly) law-abiding citizen. Dreaming of cheap and easy access to ICT, healthcare and education in Indonesia.

Search:


18 May 2008

Tepat 10 Tahun Lalu

Category: Indonesian,Thoughts — kamaruddin @ 10:53 am

Cover Tabloid Aksi Vol. 2 No. 27 12-18 Mei 1998 Berbagai media cetak dan elektronik membangkitkan kembali ingatan saya tentang naiknya harga BBM yang ikut menarik harga sembako dan lainnya. Saya sudah cukup dewasa untuk mengingat peristiwa yang kemudian berujung ke kerusuhan masal. Tepat 10 tahun lalu.

Saya membongkar kembali sebuah tabloid yang sudah 10 tahun lalu sengaja diarsipkan. Ketika itu saya membeli tabloid Aksi Vol. 2 No. 27 12-18 Mei 1998 untuk mendapatkan berita yang “berani” dan mengungkap fakta. Tabloid ini barangkali sudah almarhum sekarang. Terbit pertama kali tahun 1996, zaman di mana masih memakai SIUPP untuk menerbitkan koran.

Beberapa daerah di Indonesia dan Medan sejak kemarin (16/05) sudah mengalami kelangkaan BBM. Apakah ini histeria masal untuk mengantisipasi kenaikan harga dan kelangkaan atau karena pipa distribusi bawah laut Pertamina mengalami kerusakan? Saya tidak berani mengomentari. Dari beberapa percakapan lepas, singgungan masalah “Mei Kelabu” kembali mencuat. Trauma kenaikan sembako tak terjangkau, PHK masal, penjarahan, pembakaran, kerusuhan, anti etnis, pemerkosaan tiba-tiba muncul kembali dalam ingatan.

“… di saat situasi tidak menguntungkan, tiba-tiba saja pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM (4 Mei). Akibatnya, muncul gerakan massa di Medan (juga Kupang) serta menjadikan dua kota itu lumpuh. Sementara di Jakarta, Bandung dan Ujung Pandangpun terjadi bentrokan serta kerusuhan. Dengan demikian, batas antara gerakan moral reformis dan perut lapar menjadi tidak jelas lagi…” — Aksi Vol.2 No. 27 1998

“… di Medan pada tanggal 5 Mei 1998 setelah beredar isu seorang mahasiswi ditangkap dan ditelanjangi juga ketika masyarakat merasa frustasi akibat efek ekonomi serta harga BBM naik, sekitar pukul 09:00 tiba-tiba saja massa menyerang Polsek Percut Sei Tuan. Tak jelas kenapa pos polisi menjadi sasaran awal. Namun hingga pukul 20:15 agaknya situasi kemanan benar-benar di luar kendali mengingat amuk massa menyebabkan pembakaran terhadap mobil, sepeda motor dan ruko. atau rumah penduduk dirusak bahkan isi toko dijarah. Celakanya setelah hari itu, anarki yang semula cuma melanda Medan malah merembet ke Deli Serdang atau PematangSiantar (129 km dari Medan) …” — Aksi Vol.2 No. 27 1998

“… tampaknya sangat terorganisasi. Soalnya sebelum kerusuhan selalu saja muncul orang-orang bersepeda motor di satu tempat. Setelah mereka melempari toko, kemudian tindakan itu menyebabkan orang lain mengikuti, provaktor itu lantas kabur…” — Aksi Vol.2 No. 27 1998

Jangan salah tafsir bahwa saya sengaja memprovokasi atau membangkitkan ingatan traumatis. Tidak akan ada orang gila manapun yang menginginkan kekacauan dan peristiwa tersebut kembali. Cukup sudah pelajaran 10 tahun lalu! Sebuah pembelajaran mahal bangsa demi reformasi dan demokrasi sepenuhnya, dengan persembahan nyawa dan air mata.

Adakah hal baik hari ini dibandingkan 10 tahun lalu? Kasus penangkapan sejumlah besar koruptor termasuk jaksa merupakan kemajuan besar menuju cita-cita reformasi yang masih diperjuangkan hingga saat ini. Pejabat yang diperiksa dan ditangkap tersangkut kasus korupsi jauh lebih banyak dibandingkan 10 tahun lalu. Sebuah indikator positif menuju Indonesia lebih baik.

Tiba-tiba saya teringat dengan sebuah kalimat zaman doeloe, “Era Tinggal Landas” ™ yang sering didengungkan di bangku sekolah dulu. Apakah “pesawat Indonesia” sudah terbang, masih tinggal landas atau kembali ke apron? Ada yang bisa menjawab?

aksi_03.jpg aksi_04.jpg

Foto Kerusuhan Mei 1998 dari tabloid Aksi - 01 Foto Kerusuhan Mei 1998 dari tabloid Aksi - 02 Foto Kerusuhan Mei 1998 dari tabloid Aksi - 03


1. 10 years on, Indonesia’s rape riots denied but not forgotten
2. Komnas HAM Pertanyakan Kasus Mei 1998
3. Bulan Mei Itu
4. May 1998 Jakarta Riots


Tags:

• • •

1 Comment »

  1. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.5.0.12 on Windows Windows XP

    Sangat sedih bila mengingat peristiwa kelabu itu. Semoga tidak akan pernah terulang kembali. Salam damai ko… ^_^

    Comment by Anneke Priskila — 30 March 2009 @ 10:01 am

Comments RSSTrackBack URI

Leave a comment

Using modified "Sitepoint-like" Theme. kamaruddin [-at-] gmail *dot* com