Medanese IT Geek, movie lover and (mostly) law-abiding citizen. Dreaming of cheap and easy access to ICT, healthcare and education in Indonesia.

Search:


15/03/2007

Jalan Menuju Nirvana Desain Web

Category: Indonesian — kamaruddin @ 10:22 pm

Desain situs web bukan sekedar memberi sentuhan artistik penuh komestik untuk memanjakan mata pengunjung. Butuh lebih dari itu untuk memancing pengunjung tetap kembali dan kembali lagi. Anda bisa membaca tuntunan berikut untuk menuju nirvana desain web.

1. Tujuan dan sasaran
Apa tujuan anda mendirikan situs web dan mendesainnya sendiri? Untuk keluarga, sekedar hobi, mencari uang atau portfolio digital? Apakah anda mempunyai alasan yang kuat untuk mencapai tujuan anda?

Bagaimana dengan sasaran pengunjung anda? ABG, penggemar binatang atau kutu buku yang kacamatanya setebal pantat botol? Semua ini adalah langkah terpenting dalam desain web anda nantinya. Tentukan sasaran dan tujuan yang pasti dan tetap fokus pada jalur!

2. Kesan pertama, Begitu menggoda…
Maaf ini bukan iklan, tapi ini juga berlaku pada desain web. Desain yang bagus bukan berarti web yang “fancy”, “bling-bling” (gemerlap) dengan gambar/animasi dan warna yang flashy plus teknologi web terkini. Desain yang bagus adalah gabungan dari konsistensi, kemudahan, proposional.

Konsistensi dalam rancang awal desain anda sangat penting. Jika anda membagi halaman web anda menjadi 2 kolom, yang kiri untuk navigasi dan yang kanan untuk isi maka desainlah dengan rancang awal seperti itu untuk seluruh halaman anda. Bila anda memakai font “Georgia” di isi halaman maka gunakanlah untuk setiap halaman yang ada. Begitu juga dengan link, Header Title dan lain-lain.

Kemudahan menjadi sangat penting dalam halaman web, terutama berhubungan dengan navigasi. Pengunjung yang terganggu dengan navigasi yang ruwet akan meninggalkan situs anda dan tidak akan kembali. Banyak sekali pengunjung situs yang membaca informasi dan mempunyai sedikit waktu untuk “menyesuaikan diri” di situs anda. Contohnya, jangan membuat pengunjung untuk scroll ke samping untuk melihat tulisan yang terpotong. Semua orang dari semua kalangan harus bisa dengan mudah mengoperasikan web anda.

Hidup akan lebih indah bila semuanya proposional, jadi ciptakanlah desain yang proposional. Jangan membuat bagian navigasi lebih besar daripada isi. Bila halaman terlalu panjang ada baiknya dibagi menjadi beberapa halaman untuk meredakan tekanan saraf mata pengunjung. Halaman dengan elemen navigasi dan isi yang pincang, halaman yang dijejali teks tanpa gambar sedikitpun, halaman tertentu yang terlalu ramai atau bahkan sebaliknya membuat desain anda tidak sesuai “feng shui” web.

Disadari atau tidak, di bagian inilah mungkin tahap paling panjang dan sulit.

3. Content, Content, Content!
Tidak ada yang lebih penting dari sebuah situs web selain content atau isi. Desain yang bagus akan sia-sia bila isinya tidak sesuai harapan. Ibarat sampul bagus tapi isi buku berantakan. Jejali halaman yang tersedia dengan isi yang sesuai dengan tujuan dan sasaran situs anda. Usahakan untuk tetap KIS (Keep It Simple) , To-the-Point dan orang bisa mengetahui isi situs anda dalam 10 detik.

Gabungkan isi yang bertopik sama ke dalam bagian yang sama lalu atur isi halaman ke bentuk yang lebih sederhana, mudah dan enak dibaca.

Pengunjung selektif akan mengutamakan isi daripada desain visual. Inilah “The Power of Content”. Salah satu contoh adalah www.drudgereport.com situs dengan desain yang relatif “berantakan” tapi mempunyai Google Pagerank 7.

4. Ingatlah kaum lemah…
Tidak semua orang memiliki koneksi broadband 128 Kbps atau lebih. Bahkan kebanyakan pengunjung Indonesia masih menggunakan koneksi dialup dengen kecepatan efektif sekitar 40-an Kbps. Jadi ingatlah pengunjung dengan koneksi seperti ini. Jangan mendesain situs anda dengan menambah pernak-pernik tak berguna yang memenuhi isi situs hanya untuk sekedar look cool!

Bijaksanalah dengan memakai teknologi tepat guna. Jangan menggunakan Javascript Framework seperti Prototype/Scriptaculous dengan ukuran 70 KB hanya untuk menampilkan efek “Fade”. Menampilkan logo dengan jutaan warna di mana bisa diturunkan warnanya menjadi puluhan tanpa ada perbedaan signifikan.

Cepat, tepat guna dan ringan, itu kunci di point ini. Pengunjung akan meninggalkan situs anda jika dalam 30 detik situs anda tidak menampilkan apa-apa karena sibuk me-loading “efek-efek khusus” di latar.

5. Cintai “Fans” Anda
Layaknya artis, anda harus mencintai “penggemar” anda. Buat apa susah payah mendesain web tapi tidak mempunyai audiens tetap yang setia mengunjungi. Berikan fasilitas interaktifitas dengan pengunjung, entah via e-mail/forum/message box dan lain-lain. Usahakan balas setiap pesan yang diterima supaya pengunjung tidak merasa pesan mereka “dibuang ke laut” karena tidak ada balasan sama sekali.

6. Standarisasi
Dosa anda akan bertambah panjang bila mendesain web dengan kode yang hanya diperuntukkan untuk browser tertentu. Lebih parah lagi jika anda menyuruh pengujung untuk mendownload font atau plugins aneh tertentu agar situs anda tampil sempurna. Desainlah situs agar bisa tampil cross-browser tanpa perlu plugin tambahan apapun.

7. Jangan Ganggu!
Meresize browser pengunjung, menghilangkan tombol navigasi browser, melakukan popup yang tidak diminta, teks berkedip, musik background/video yang langsung main sewaktu loading halaman, memakai Flash untuk animasi keren splash page situs anda sebelum ke isi adalah biang kerok kenyamanan. Penggunaan frame (Ha? Hare gene masih ingin pakai frame?) juga termasuk dalam kategori ini, frame lebih banyak mengganggu kenyamanan daripada membantu. Search engine juga tidak menyukai situs ber-frame.

8. Hormati “lebah” search engine
Search engine bots melihat situs anda dalam teks biasa. Jika anda pernah memakai Lynx maka anda akan tahu seperti apa masuk ke ruang “Matrix” teks. Tidak ada gambar, tidak ada animasi flash, tidak ada video, tidak ada yang aneh-aneh. Semua teks! Dan mereka tentu tidak bisa mengindex apa yang tidak terlihat. Jika anda ingin mereka melakukan tugasnya dengan baik, permudah jalan mereka dengan menyediakan sitemap (peta situs). “Lebah” akan menggunakannya sebagai petunjuk jalan untuk indexing seluruh situs anda. Pengunjung juga bisa memanfaatkan sitemap untuk menuju ke bagian yang diinginkan dari situs. Sekedar tips, buat sitemap dalam bentuk XML.

9. Keep Learning!
Anda sedikitnya harus pernah mendengar istilah berikut: AJAX, Ruby on Rails, (X)HTML, Web 2.0. Tidak peduli apakah anda menggunakan CMS atau template biasa, anda juga harus tahu Javascript framework seperti Prototype, Scriptaculous, Moo.Fx, Dojo, Mochikit. Bila anda tidak tahu dengan semua yang disebutkan di atas, berarti sudah waktunya anda menggali di wikipedia untuk pelajaran lebih jauh. Gak perlu kok untuk memakai atau menguasai semuanya. Ingat point no.4 di atas, jangan menjejali situs anda hanya karena anda “bisa”.


• • •

3 Comments »

  1. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0 on Windows Windows XP

    Bagus juga artikelnya buat nambah wawasan tentang dsain. Boleh diambil gak artikelnya buat bahan ngajar???

    Comment by Yoshie — 21/01/2008 @ 11:53 am
  2. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.6 on Windows Windows 98

    @Yoshie:
    Aduh bu, kok jadi tersanjung saya hhauhauaa.. Monggo, silahkan…. lisensinya GPL kok :p

    Comment by kamaruddin — 21/01/2008 @ 4:07 pm
  3. Using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

    assalamualaikum?
    saya mau tanya? kalo untuk membuat web yang dapat menampilkan animasi di halaman webkita itu bagaimana? and saya mau mencari tutorialnya? terimakasih

    Comment by jakasona — 02/02/2008 @ 5:21 pm

Comments RSSTrackBack URI

Leave a comment

Using modified "Sitepoint-like" Theme. kamaruddin [-at-] gmail *dot* com