Medanese IT Geek, movie lover and (mostly) law-abiding citizen. Dreaming of cheap and easy access to ICT, healthcare and education in Indonesia.

Search:


12/01/2007

Polar Rose, Search Engine Wajah di Internet

Category: Indonesian,IT in General — kamaruddin @ 12:28 pm

Tom Cruise Polar Rose-dPernahkah Anda berpikir, suatu saat ketika ingin melihat foto teman Anda. Anda cukup mengetikkan namanya “Helda” dan search engine akan mencarinya di jutaan gambar yang berserakkan di web? Mimpi Anda sebentar lagi akan jadi kenyataan. Perkenalkan, Polar Rose!

Polar Rose (masih dalam beta) adalah mesin pencari yang mengkhususkan diri untuk mengenali foto di internet. Dengan algoritma khusus, komputer akan mengolah gambar 2D menjadi bentuk 3D dan mengenali langsung foto tersebut dari titik-titik yang dihasilkan. Algoritma pengenalan wajah yang digunakan pertama kali dikembangkan oleh CTO Jan Erik Solem saat masih mengejar M Sc dan Ph D-nya di Swedia. Hubungan statistikal yang diamati di foto dua dimensi dan kemungkinan hubungannya ke bentuk tiga dimensi memberikan jalan untuk mendapatkan bentuk 3D hanya dengan selembar foto.

Tetapi mengandalkan software pengenalan wajah tentu tidak cukup. Pengguna internet juga harus membantu mengenali dan memberi nama atas wajah-wajah yang dikenalinya (memberi tag). Sehingga komputer bisa mengenali bahwa si “Helda” adalah benar-benar “Helda” dari titik wajah 3D yang dihasilkan.

Mengenali wajah seseorang lewat foto adalah tantangan berat. Komputer harus bisa menghasilkan titik-titik wajah 3D hanya melalui foto 2D. Belum lagi masalah pencahayaan, ekspresi wajah dan pose sesorang yang berada di foto. Komputer di Polar Rose akan bekerja keras mengolah titik-titik tersebut dan mengidentifikasinya dengan bantuan pemakai internet.

Dengan bantuan software khusus, komputer akan menghasilkan wajah 3D virtual. Cara ini diharapkan mendapatkan hasil yang lebih baik, karena bisa menghilangkan masalah teman Anda tidak dikenal hanya karena si “Helda” foto menyamping atau mungkin foto yang mengidentifikasi teman Anda adalah “Santa Claus” karena mengambarkan “Helda” dengan sisa-sisa es krim vanila di sekitar bibir.

Bagaimana User Membantu
Polar Rose IconWalaupun masih tahap Beta, user bisa membantu mesin Polar Rose dengan mengenali foto yang tampil di monitor. Download plugin untuk firefox atau internet explorer dan Andapun siap mengenali wajah di setiap foto yang Anda kenal orangnya. Plugin tersebut akan mendeteksi gambar orang-orang di dalam foto dan memberikan tanda bunga di badan/baju/kepala orang itu.

Jika bunga tersebut di klik maka muncul informasi yang relevan akan orang itu. Tugas Anda hanya membantu engine Polar Rose dengan memberikan nama atau verifikasi atas nama yang telah diberikan.

Beberapa kompetitor seperti Google, menciptakan “permainan” yang dinamakan “Google Image Labeler” yang mana pengguna berlomba-lomba melakukan memberi tag (tagging) terhadap foto yang muncul di layar dengan harapan mendapatkan skor dan nilai tertinggi. Flickr juga mendorong pengguna jasanya untuk memberi tag pada setiap foto untuk organisasi foto yang lebih baik. Tapi semua ini hanya memberikan label pada foto. Sama seperti Anda mengorganisir foto keluarga Anda di komputer. Polar Rose memberikan perspektif yang berbeda akan arti “pengenalan wajah”.

Royalty Free API
Diumumkan bahwa API (Application Programming Interface) Polar Rose akan bebas royalti, memungkinkan semua orang bisa menggunakan teknologi pengenalan wajah Polar Rose ke dalam situs web atau membuat aplikasi yang berdiri sendiri.

API yang diberikan dapat digunakan untuk situs berita, di mana pengguna bisa bergotong royong melakukan tagging wajah tokoh yang muncul di situs tersebut. Situs social photo sharing seperti Flickr dan Picassa dapat menggunakannya untuk mengenali teman, pacar dan keluarga Anda. Sehingga ketika dicari nama “Helda” akan muncul “Helda” dalam berbagai gaya. Tidak peduli di foto gaya menyamping, make up berbeda, sedang tertawa lebar atau sedikit gelap tertutup bayangan pohon.

Pisau Bermata Dua
Walaupun teknologi ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi dan verifikasi tapi seperti halnya teknologi lain, semua bagaikan pisau bermata dua. Masalah privasi adalah salah satu yang paling mengganjal. Pengguna yang mementingkan privasi tentu risih dan tidak rela jika seluruh dunia bisa tahu, “oh, ini rupanya tampang si Toyib…” Polar Rose sangat menyadari hal ini sehingga mereka:

  • Hanya mengindex foto-foto umum (public)
  • Mematuhi robots.txt dari situs yang dikunjungi. Foto pribadi atau yang dicantumkan untuk tidak diindex akan dibiarkan tidak diindex.
  • Tidak ingin diaplikasikan dalam teknologi pengintaian dan keamanan

Terlepas dari semua kelebihan dan kekurangan Polar Rose. Adalah manusia yang harus menggunakannya secara bijak teknologi apapun itu. Apakah Anda menggunakannya untuk kebaikan atau mempersulit orang lain. Tergantung “the man behind the gun”.

Referensi:

http://www.polarrose.com


• • •

No Comments »

No comments yet.

Comments RSSTrackBack URI

Leave a comment

Using modified "Sitepoint-like" Theme. kamaruddin [-at-] gmail *dot* com