Medanese IT Geek, movie lover and (mostly) law-abiding citizen. Dreaming of cheap and easy access to ICT, healthcare and education in Indonesia.

Search:


26 August 2016

Mikrotik Queue is not Working

Category: IT in General — kamaruddin @ 1:11 pm

You’ve setup Mikrotik Routerboard and everything is working fine. Next, you setup queue, jotted IP range and addresses but it simply doesn’t work as it should, limiting the bandwith.

Answer:
Disable fasttrack connection.
IP > Firewall > Filter

Fasttrack disabled

Fasttracked packets bypass firewall, connection tracking, simple queues, queue tree with parent=global, ip traffic-flow(restriction removed in 6.33), ip accounting, ipsec, hotspot universal client, vrf assignment, so it is up to administrator to make sure fasttrack does not interfere with other configuration…

Source:
http://wiki.mikrotik.com/wiki/Manual:Wiki/Fasttrack
Mikrotik Forum: Simple Queue not working when Fasttrack enabled


Tags:

• • •

8 August 2016

VPN vs SSH

Category: IT in General — kamaruddin @ 12:17 pm

Note to self:
VPN works in transport layer
SSH works in application layer

VPN: routes all traffic from all applications through tunnel
SSH: Have to configure each application to pass through tunnel

Source:
http://www.howtogeek.com/118145/vpn-vs.-ssh-tunnel-which-is-more-secure/


Tags:

• • •

1 March 2016

Download video dari web tanpa instalasi software

Category: Indonesian,IT in General — kamaruddin @ 4:45 pm

Melanjutkan artikel lawas saya di tahun 2008 tentang Web Video Downloader, Download Video Tanpa Instalasi Program saya ingin mengulas layanan Clipconverter.

Clipconverter Logo
Dengan Clipconverter kita bisa melakukan download dan konversi video kapan saja, di komputer mana saja, tanpa instalasi software dan tanpa add-ons/extension yang menambah beban browser.

Clipconverter merupakan andalan saya untuk download dari web tanpa harus menginstall program apapun. Hanya perlu melakukan paste terhadap URL video yang akan didownload dan menekan “Start”. Video bisa didownload dalam berbagai resolusi (standard, HD, atau full HD) dan format yang diinginkan (.MP4 .3GP .AVI atau .MOV)

Pilih resolusi video yang diinginkan

Clipconverter bahkan juga bisa melakukan konversi langsung ke audio seperti MP3. Cocok untuk mendengarkan kuliah gratis IndonesiaX dalam perjalanan.


Tags:

• • •

13 September 2010

Mengapa nge-blog?

Category: Thoughts — kamaruddin @ 1:20 am

Mengapa anda nge-blog? Bagi sebagian besar orang mungkin jawabannya adalah popularitas/ekistensi di internet, sharing ilmu, dokumentasi, curhat, arena makian, promosi, mendulang uang dan alasan lainnya. Bagi saya blogging adalah sama seperti membuka koran/media pribadi. Dan ciri khas blogging saya adalah niche ke IT dengan menggumpulkan referensi sebanyak mungkin untuk mendukung/melengkapi postingan saya. Adapun hal ini supaya postingan tidak sekedar AsBun. Karena gaya nyeleneh (sambil ngotot) mempertahankan prinsip inilah blog ini sempat ndak update yang berlangsung sampai setengah tahun lebih. Tapi sorry sorry sorry Jack, saya tidak ingin menjadi seperti “Pakar” yang sering muncul di mana-mana prat pret tanpa mendalami masalah terlebih dahulu.

Kelemahan saya selain yang di atas juga suasana dan bahasa. Suasana yang membuat saya betah ngeblog adalah complete silence (di atas jam 10 malam) di mana saya bisa lebih fokus dan tidak terganggu. Maklumlah sudah ada pemberani kecil yang belajar berlari. Ah… kamera saja sudah tidak sanggup membekukan bayangannya sejak 9 bulan. Tinggal situ bayangin saja “latihan pinggang” dan omongan “no” yang harus saya jalani setiap hari. Bahasa, nah yang ini saya masih belajar banyak dari blogger-blogger lain. Saya masih kacau meriah soal bahasa Indonesia yang baik dan benar :) Untuk itulah saya perlu revise update puluhan kali. Selain itu, ada keluhan beberapa teman mengenai blog IT-related ini… “gua gak tahu mau komen apa, kaga ngarti….” (gdubrak)

Tapi saya akan tersinggung bila ada yang menganggap blogging adalah opini pribadi. Apa!? Blogging cuma sekedar menulis pendapat sendiri? Well, apakah membuka media cetak sendiri tidak perlu mengambil sumber/informasi dari narasumber terpercaya? Apakah stasiun TV yang baru dibuka akan dipenuhi dengan semua pendapat dan omongan pendirinya? Apakah postingan IT yang ditulis di sini dianggap sekedar pendapat sendiri tanpa riset? Apakah gambar ilustrasi yang menemani postingan ini tidak perlu dicari yang sesuai? Apakah para blogger lainnya menulis artikel hanya sekedar mengetik saja. Inspirasi saya adalah mas Priyadi (dengan artikel debunking-nya), Paman Tyo (wartawan senior yang sempat sekali bertandang di sini, saya terhormat bin tersanjung dan hampir membuat pengumuman se-RT), Indonesia Anonymus (untuk English blog mereka yang suangat excellent). Banyak blog-blog di Internet yang membuat pembacanya selain bertambah cerdas juga termotivasi dan merubah hidup. Perusahaanpun membuat blog di situs resminya untuk membuat tanggapan yang lebih cepat dan personal kepada pelanggannya, contohnya Adobe, Microsoft, AVG, dan masih banyak lagi.

Nah apa yang membuat anda nge-blog?

PS: Postingan ini untuk menghindari omelan dan janji ke rekan blogger, terutama mbak ini dan bro blogger ini :)


Gambar diambil dari Tutor2u.net


Tags:

• • •

4 March 2010

Fatherhood Movies

Category: Indonesian,Miscellaneous — kamaruddin @ 8:39 pm

Banyak kisah dan film tentang ibu yang berjuang membesarkan anaknya berikut tantangannya dalam mempertahankan keluarga. Dibandingkan dengan ibu, seorang ayah jelas berperan jauh lebih sedikit dalam mengasuh namun tetap mempunyai andil dalam membesarkan anak di sebuah keluarga. Daftar di bawah ini adalah beberapa film yang pernah saya tonton yang mengisahkan perjuangan seorang ayah dalam keluarga.

1. Papa, Can You Hear Me Sing (1983)

Seorang veteran perang bisu melewatkan hari demi hari sebagai penjual botol arak bekas. Suatu hari dia menemukan bayi perempuan yang ditelantarkan di jalan. Bayi itu dibesarkan sendiri dan menjadi salah satu alasan untuk tetap hidup di dunia. Setelah dewasa, si anak menjadi penyanyi terkenal. Karena kesibukan dan “prosedur”, si anak semakin terpisah dengan ayah. Ayah bisu di dera rindu teramat dalam dan sakit. Di tengah konser si anak menyusul ke RS namun terlambat sudah. Dengan hati hancur, si anak tampil di akhir konser menyanyikan gubahan lagu “Any Empty Wine Bottle to Sell” yang menjadi legenda.

Saya menontonnya pertama kali sewaktu masih SD dan sudah sangat lama mencari film legendaris Taiwan ini. Siapkan tissue karena film ini akan menguras air mata. Selain kisah mengharubiru, kita juga bisa melihat jelinya sutradara menangkap suasana Hongkong 80-an, daerah kumuh dan kehidupannya kemudian dikontraskan dengan pesatnya pembangunan di pusat kota akan terlihat di sini. Film ini memenangkan 4 Golden Horse Award (Oscar versi Hongkong). Pemeran ayah bisu, Sun Yueh, tampil sangat memukau walau tanpa sepatah katapun.
More…


Tags:

• • •
Older Post »
Using modified "Sitepoint-like" Theme. kamaruddin [-at-] gmail *dot* com